Home News Dukung Upaya Dekarbonisasi, 14 Infrastruktur di IKN Sudah Kantongi Sertifikasi Bangunan Gedung Hijau
News

Dukung Upaya Dekarbonisasi, 14 Infrastruktur di IKN Sudah Kantongi Sertifikasi Bangunan Gedung Hijau

Share
Share

IKNPOS.ID – Sebagai upaya untuk mendukung penurunan emisi karbon, hingga September 2025, tercatat sudah 28 bangunan gedung pemerintah, termasuk di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mengantongi sertifikasi Bangunan Gedung Hijau (BGH).

Pemerintah telah menetapkan standar BGH dalam Peraturan Menteri (Permen) PUPR Nomor 21 tahun 2021 dan Bangunan Gedung Cerdas (BGC) dalam Permen PUPR Nomor 10 tahun 2023 guna mendorong pembangunan rendah karbon.

Hasilnya hingga September 2025, sebanyak 14 bangunan gedung pemerintah, 14 bangunan gedung di IKN, satu bangunan gedung swasta yaitu restoran, tujuh perusahaan di Jawa Barat milik pengembang, satu kawasan hijau di Jawa Barat dan satu kawasan hijau di IKN sudah mengantongi sertifikasi BGH.

“Sektor bangunan gedung dan konstruksi memiliki peran besar terhadap isu perubahan iklim,” kata Kepala Balai Teknik Sains Bangunan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Fajar Santoso Hutahaean, Rabu, 3 September 2025.

Menurutnya, sektor bangunan gedung dan konstruksi mengonsumsi 30 persen dari total energi, sepertiga dari emisi gas rumah kaca yang setara 450 juta ton karbon dioksida (CO2).

Apabila tidak ada intervensi, sektor itu diperkirakan memunculkan emisi karbon sebanyak 1,5 miliar ton CO2 pada 2030.

Perlu Sinergi Pemerintah, Industri, dan Masyarakat

Sementara itu, Presiden Direktur Schneider Electric Indonesia dan Timor Leste, Martin Setiawan menjelaskan, bangunan dan hunian berkelanjutan dapat tercapai jika pemerintah, industri, dan masyarakat saling bersinergi.

Selain itu, didukung pula teknologi yang memberdayakan masyarakat untuk memaksimalkan energi dan sumber daya.

“Sebanyak 70 persen emisi karbon bisa ditekan dengan teknologi,” ucapnya.

Caranya, lanjut dia, menyusun strategi peta jalan dekarbonisasi, kemudian mengukur dan memonitor energi dan karbon melalui digitalisasi serta upaya dekarbonisasi.

Upaya dekarbonisasi itu di antaranya menurunkan konsumsi energi melalui otomatisasi, transportasi berbasis tenaga listrik, hingga melakukan retrofit atau membarui sistem gedung untuk efisiensi energi.

Share
Related Articles
News

Perbaikan Akses: Kotabaru Siapkan Alat Berat Pulau Laut Selatan

Perbaikan jalan Kotabaru

News

Polantas Menyapa di PPU, Satlantas Turun Langsung Edukasi Warga dan Tampung Keluhan Lalu Lintas

Satlantas Polres Penajam Paser Utara (PPU) terus mengoptimalkan program Polantas Menyapa sebagai...

News

Bupati PPU Tekankan Inovasi di Tengah Fiskal Ketat, RKPD 2027 Jadi Penentu Arah Pembangunan

Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menegaskan pentingnya inovasi dan ketepatan...

News

BKD Kaltim Pastikan 11.881 PPPK Aman, Perpanjangan Kontrak Mulai Diproses Meskipun Ada Efisiensi

IKNPOS.ID - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan komitmennya...