Home Tekno 6 Negara Pemilik Bitcoin Terbesar di Dunia 2025, Indonesia Berapa?
Tekno

6 Negara Pemilik Bitcoin Terbesar di Dunia 2025, Indonesia Berapa?

Share
Tiga Kripto Teratas Berdasarkan Kapitalisasi Pasar di Juni 2025: Bitcoin Tetap Raja, Ethereum dan Tether Menyusul
Share

IKNPOS.ID – Perkembangan aset kripto, terutama Bitcoin, dalam satu dekade terakhir benar-benar mengubah cara pandang dunia.

Kalau dulu Bitcoin hanya dianggap sebagai investasi alternatif untuk kalangan ritel, kini situasinya jauh berbeda.

Bahkan, sejumlah negara mulai menjadikan Bitcoin sebagai bagian dari cadangan strategis nasional.

Cara memperolehnya pun beragam, mulai dari pembelian langsung di pasar, penambangan (mining), penyitaan hasil tindak kejahatan siber, hingga donasi publik.

Hingga awal 2025, tercatat enam negara memimpin kepemilikan Bitcoin terbanyak di dunia.

1. Amerika Serikat – ±198.000 BTC

Amerika Serikat menempati posisi puncak dengan estimasi cadangan 198 ribu BTC. Mayoritas berasal dari penyitaan dalam kasus besar, seperti Silk Road dan peretasan Bitfinex.

Uniknya, strategi ini membuat AS tidak perlu membeli langsung di pasar, tapi tetap bisa mengamankan cadangan kripto bernilai miliaran dolar AS.

2. China – ±194.000 BTC

China berada di posisi kedua dengan sekitar 194 ribu BTC. Sebagian besar cadangan ini berasal dari pengungkapan skema Ponzi PlusToken pada 2019.
Meskipun perdagangan kripto dilarang di dalam negeri, pemerintah Tiongkok memilih menyimpan Bitcoin tersebut sebagai aset strategis jangka panjang.

3. Inggris Raya – ±61.000 BTC

Inggris memiliki cadangan 61 ribu BTC, yang sebagian besar berasal dari penyitaan kasus pencucian uang dan penipuan digital.
Kepemilikan ini memberi fleksibilitas tambahan bagi pemerintah dalam mengelola aset negara di tengah era ekonomi digital.

4. Ukraina – ±46.351 BTC

Ukraina menjadi contoh unik. Sejak pecahnya konflik pada 2022, negara ini menerima dukungan publik global berupa donasi Bitcoin yang kini mencapai 46.351 BTC.

Bitcoin di sini berperan penting dalam membantu pembiayaan negara di masa krisis.

5. Bhutan – ±11.000–13.000 BTC

Bhutan mungkin negara kecil, tapi strateginya besar. Mereka menambang Bitcoin menggunakan energi hidroelektrik, sehingga cadangan mencapai 11–13 ribu BTC.

Pendekatan ini sejalan dengan komitmen energi hijau dan memberi tambahan pendapatan negara.

Share
Related Articles
Tekno

Realme 16 Pro+ dan 16 Pro Rilis di Indonesia, Dilengkapi Kamera 200MP

IKNPOS.ID - Realme resmi menghadirkan dua ponsel terbaru di Indonesia, yakni Realme...

one plus 16t
Tekno

Bakal Meluncur Akhir Maret, OnePlus 15T Dilengkapi Baterai 7.500mAh

IKNPOS.ID - OnePlus resmi memperlihatkan desain sekaligus opsi warna ponsel flagship ringkas...

Tekno

Resmi Rilis di Indonesia, OPPO A6s Dibanderol Mulai Rp4,8 Juta

IKNPOS.ID - OPPO resmi memperkenalkan OPPO A6s di pasar Indonesia sebagai salah...

Peluncuran Vivo X300 FE Flagship Compact
Tekno

Vivo Diam-diam Luncurkan X300 FE: Flagship Compact dengan Snapdragon 8 Gen 5

IKNPOS.ID – Vivo kembali mengejutkan pasar teknologi global dengan meluncurkan anggota terbaru...