Home Tekno Pro-Kontra Buku Putih: Pi Network Bukan untuk Spekulasi, Tapi Kenapa Semua Fokus ke Harga? Ini Jawabannya!
Tekno

Pro-Kontra Buku Putih: Pi Network Bukan untuk Spekulasi, Tapi Kenapa Semua Fokus ke Harga? Ini Jawabannya!

Share
Pi Coin Ambles
Pi Coin Ambles, Image: DALL·E 3
Share

IKNPOS.ID – Dunia kripto kembali dihebohkan. Pi Network, proyek blockchain yang sempat dielu-elukan karena konsep mobile mining-nya yang inovatif, kini sedang berada di titik paling kritis.

Sementara Bitcoin terus mencetak rekor dan hampir menyentuh all-time high, harga Pi Coin justru meluncur turun mendekati titik terendah sepanjang sejarah.

Menurut laporan dari CoinTribune.com, harga Pi Network kini berada di level $0,499, hanya sekitar 20% di atas harga dasar yang tercatat sebelumnya yaitu $0,400.

Dengan kondisi pasar kripto yang tengah bullish, hal ini tentu mengundang banyak tanya: Kenapa Pi justru melemah ketika kripto lain naik?

Kondisi Teknikal Pi Network: Lampu Merah Menyala

Secara teknikal, sinyal dari indikator Chaikin Money Flow (CMF) menunjukkan peringatan keras. CMF adalah indikator untuk melihat tekanan beli dan jual dalam pasar. Saat ini, CMF Pi Coin nyaris menyentuh angka nol, bahkan mengarah ke zona negatif.

Apa artinya?
Ini pertanda bahwa aliran modal keluar dari Pi Network lebih besar daripada masuknya. Dengan kata lain, kepercayaan investor terhadap Pi semakin memudar.

Data teknikal penting:

  • Indikator CMF: Menuju angka nol → sinyal keluarnya modal besar

  • Resistance krusial: $0,518 → harga harus tembus ke atas level ini untuk sinyal balik arah

Pi Network Gagal Ikut Rally Saat Bitcoin Meroket

Di sisi lain, Bitcoin sedang menikmati musim semi. Didorong oleh aliran dana institusi, ETF spot yang disetujui, serta kepercayaan makroekonomi, BTC hampir mencetak rekor tertinggi baru. Namun, Pi Network malah tertinggal, tidak ikut menikmati euforia pasar.

Menurut data statistik, korelasi harga antara Pi Network dan Bitcoin kini anjlok ke angka 0,07. Ini adalah angka nyaris nol artinya tidak ada hubungan signifikan antara pergerakan Pi dan Bitcoin.

Biasanya, di saat pasar bullish seperti sekarang, altcoin yang punya korelasi tinggi dengan Bitcoin akan ikut terangkat. Tapi tidak dengan Pi.

Apa Kata Analis?

Menurut analis kripto Kevin Svenson, “Altcoin yang bergerak searah dengan Bitcoin biasanya menarik lebih banyak modal spekulatif.”

Ketika sebuah koin seperti Pi terlepas dari tren BTC, ia berisiko diabaikan oleh pasar, baik oleh investor ritel maupun institusional.

“Jika altcoin terputus dari Bitcoin saat bull run, ia bisa kehilangan daya tarik di mata trader dan investor,” – Kevin Svenson, crypto strategist.

Share
Related Articles
Tekno

Intip Spesifikasi dan Harga Galaxy A57 serta A37 yang Baru Dirilis

IKNPOS.ID - Samsung Electronics kembali memperkuat lini ponsel kelas menengahnya dengan menghadirkan...

Tekno

Samsung Rilis Dua Ponsel Anyar Seri A: Galaxy A57 dan Galaxy A37

IKNPOS.ID - Samsung resmi meluncurkan dua ponsel terbaru dari lini Galaxy A,...

Tekno

Redmi Note 15 SE Segera Meluncur dengan Desain Layar Melengkung

IKNPOS.ID - Xiaomi dipastikan akan menambah lini seri Note 15 di India...

Tekno

Keren Banget! Redmi K100 Pro Max Dikabarkan Bakal Dilengkapi Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro

IKNPOS.ID - Xiaomi diperkirakan akan memperkenalkan lini Redmi K100 pada Oktober 2026,...