Home Kesehatan Tantangan Digitalisasi Layanan Farmasi: PAFI Lingga Ajak Apoteker Tingkatkan Kompetensi  
Kesehatan

Tantangan Digitalisasi Layanan Farmasi: PAFI Lingga Ajak Apoteker Tingkatkan Kompetensi  

Share
Tantangan Digitalisasi Layanan Farmasi: PAFI Lingga Ajak Apoteker Tingkatkan Kompetensi  
Share

IKNPOS.ID – Transformasi digital di sektor kesehatan membawa perubahan besar, terutama dalam cara masyarakat mengakses obat-obatan.

Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kabupaten Lingga (http://pafikeplingga.org), Kepulauan Riau, menilai fenomena penjualan obat melalui platform daring sebagai tantangan sekaligus peluang yang harus diantisipasi dengan serius oleh para apoteker.

Penjualan obat secara online memudahkan akses masyarakat terhadap produk kesehatan, namun tanpa pengawasan yang ketat, hal ini dapat menimbulkan risiko penyalahgunaan obat, konsumsi tanpa resep dokter, dan peredaran obat palsu.

PAFI Lingga (http://pafikeplingga.org) menyoroti bahwa tidak semua platform digital menerapkan verifikasi ketat sehingga berpotensi menurunkan standar pelayanan farmasi.

Sebagai tenaga kesehatan berlisensi, apoteker memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan keamanan dan rasionalitas penggunaan obat. Tanpa konsultasi langsung dengan apoteker, risiko efek samping dan interaksi obat meningkat.

Karena itu, PAFI Lingga (http://pafikeplingga.org) menekankan pentingnya peran apoteker dalam mengawasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

Adaptasi Apoteker terhadap Kemajuan Teknologi

Di era digital, apoteker dituntut untuk menguasai berbagai keterampilan baru, seperti pengelolaan sistem informasi farmasi, pelayanan daring, dan pemanfaatan media sosial untuk edukasi kesehatan.

PAFI Kabupaten Lingga (http://pafikeplingga.org) mendorong anggotanya untuk aktif mengikuti pelatihan dan workshop yang berkaitan dengan digitalisasi layanan kesehatan agar tetap relevan dan profesional.

Keberhasilan pengawasan obat di ranah digital sangat bergantung pada regulasi yang ketat dan jelas.

PAFI Lingga (http://pafikeplingga.org) berharap pemerintah memperkuat aturan terkait penjualan obat daring, termasuk klasifikasi obat yang boleh dijual, mekanisme verifikasi penjual, serta keterlibatan apoteker dalam proses transaksi online.

Selain pengawasan, edukasi masyarakat mengenai pentingnya membeli obat dari sumber terpercaya juga menjadi fokus PAFI Lingga (http://pafikeplingga.org).

Share
Related Articles
Kesehatan

Kanker Ginjal Bisa Menyerang Usia Muda, Kenali Gejala Awalnya

Kanker ginjal sering dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang usia lanjut. Namun...

kasus campak Pamekasan
Kesehatan

Capaian Nasional Tinggi, Tapi Campak Masih Mengintai di Daerah Ini!

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kembali menegaskan bahwa imunisasi campak-rubella (MR) merupakan cara...

Berhenti Makan Nasi Duluan, Mulai Berbuka dengan Sayur, Bukan Gorengan
Kesehatan

Berhenti Makan Nasi Duluan! Mulai Berbuka dengan Sayur, Bukan Gorengan

IKNPOS.ID - Banyak orang langsung menyantap nasi atau makanan manis saat adzan...

5 Olahraga Ringan Agar Tetap Prima Selama Ramadan
Kesehatan

5 Olahraga Ringan Agar Tetap Prima Selama Ramadan

IKNPOS.ID - Banyak orang salah kaprah dengan menghentikan total aktivitas fisik saat...