Home Borneo Penerangan Belum Merata, 109 Desa di Kaltim Masih Gelap, Target Terang 2026
Borneo

Penerangan Belum Merata, 109 Desa di Kaltim Masih Gelap, Target Terang 2026

Share
Long Bagun, salah satu daerah tertinggal,terluar dan terdepan (3T) di Kaltim.Foto:ISTIMEWA.
Share

IKNPOS.ID – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dikenal sebagai daerah dengan kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah.

Namun, di balik geliat pembangunan yang semakin masif, pemerataan aliran listrik masih menjadi tantangan di beberapa wilayahnya.

Hingga kini, elektrifikasi di Kaltim telah mencapai 97 persen, tetapi masih ada 109 desa dengan 66 kepala keluarga yang belum mendapatkan akses listrik.

Menurut Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Bambang Arwanto, permasalahan ini terutama terjadi di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) yang memiliki keterbatasan infrastruktur dasar.

“Wilayah 3T di Kaltim meliputi Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur (Kutim), Kutai Barat (Kubar), Mahakam Ulu (Mahulu), serta daerah pesisir Berau. Sebagian besar wilayah tersebut memiliki potensi SDA yang besar, tetapi belum sepenuhnya mendapatkan akses listrik,” ungkap Bambang.

Pemerintah menargetkan seluruh desa di Kaltim bisa menikmati listrik secara merata pada tahun 2026.

Namun, mewujudkan target ini bukanlah perkara mudah karena kondisi geografis yang sulit dijangkau dan minimnya infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan.

Strategi Mewujudkan Kaltim Terang 2026

Untuk merealisasikan pemerataan listrik di seluruh wilayah Kaltim, pemerintah telah menyusun sejumlah strategi, antara lain:

1. Kolaborasi dengan PLN dan Pemerintah Daerah

Koordinasi antara Pemerintah Provinsi Kaltim, PLN, serta pemerintah daerah menjadi kunci dalam mewujudkan target 100 persen elektrifikasi.

PLN memiliki peran utama dalam membangun jaringan listrik ke daerah-daerah yang belum terjangkau, sementara pemerintah daerah bertugas mendukung pembangunan infrastruktur pendukung.

“PLN memiliki program listrik desa, tetapi perlu sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah agar pelaksanaannya bisa berjalan optimal,” ujar Bambang.

2. Dukungan DPRD Kaltim dalam Penyediaan Anggaran

Komisi III DPRD Kaltim bakal menjadi motor utama dalam mendorong program pengentasan desa tanpa listrik melalui dukungan anggaran.

Share
Related Articles
Bahaya dan cara mengusir beruang madu
Borneo

Awas Bahaya Beruang Madu! Kenali Cara Mengusir Satwa yang Teror Warga Marah Haloq Kutim

IKNPOS.ID – Munculnya predator di lingkungan pemukiman bukan lagi sekadar isu di...

Borneo

Warga Sepaku Ditemukan Tewas di Sungai, Diduga Diterkam Buaya di Kawasan IKN

IKNPOS.ID - Seorang warga yang tinggal di kawasan delineasi Ibu Kota Nusantara...

Borneo

Imbas IKN, Permintaan Rumah di Balikpapan Diprediksi Naik pada 2026

IKNPOS.ID - Permintaan rumah di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur diperkirakan akan meningkat...

Beruang madu masuk pemukiman Kutim
Borneo

TEROR Beruang Madu di Telen Kutai Timur: Satwa Liar Dekati Rumah Warga, BKSDA Turun Tangan

IKNPOS.ID - Keresahan mendalam tengah menyelimuti warga Desa Marah Haloq, Kecamatan Telen,...