IKNPOS.ID – Data BAIS, INAFIS dan Kemenhub diduga dibobol alias dicuri oleh hacker bernama MoonzHaxor. Usai dibobol, MoonzHaxor menjual informasi rahasia milik negara itu di dark web (situs gelap) bernama BreachForums.
Siapa MoonzHaxor? Ditelusuri dari profilnya di BreachForums, MoonzHaxor mengaku dirinya seorang laki-laki. Bio-nya ditulis: Under The Black Flag.
Dia join di BreachForums pada 12 September 2023. Rate-nya GOD Actor bintang 5. Rate crown kuning tersebut diperolehnya pada 5 Juni 2024.
Sedangkan members referred tercatat hanya 5. Sementara skor reputasi: 92.
Untuk berkomunikasi, MoonzHaxor juga membuka fitur private message bagi siapa saja yang ingin berkomunikasi dengannya.
Sejak join, tercatat MoonzHaxor telah mengunggah 11 postingan di BreachForums. Tiga di antaranya terkait Data BAIS, INAFIS dan Kemenhub.

Seperti diberitakan, Database BAIS (Badan Intelijen Strategis), INAFIS dan Kementerian Perhubungan diduga bocor.
Data rahasia milik lembaga negara ini dijual di dark web (situs gelap) yang bernama BreachForums.
Adalah MoonzHaxor yang diduga meretas dan menjual data-data penting milik 3 lembaga negara tersebut.
“Today I have uploaded the Badan Intelijen Strategis (Indonesian Military Strategic Intelligence Agency) for you to download (sample) files, and selling for full data of all this thanks for reading and enjoy! (Hari ini saya telah mengunggah Badan Intelijen Strategi (Badan Intelijen Strategis Militer Indonesia) untuk Anda unduh (sampel) file, dan jual untuk data lengkap semua ini terima kasih telah membaca dan menikmati!),” tulis MoonzHaxor seperti dikutip IKNPOS.ID dari BreachForums.
Data BAIS yang dijual adalah:
- DATABASE USERS SAMPLE (DATA)
- DATABASE USERS SAMPLE
- SECRET DOCUMENTS 1 FILES (PDF)
- SECRET DOCUMENTS 1 FILES (PDF)

User database SQL 773KB dijual 1.000 Dolar AS. Sementara secret document single compressed files (zip) 33,7GB dijual 7.000 Dolar AS.
MoonzHaxor hanya mau berkomunikasi via telegram untuk transaksi pembelian. Dia mencantumkan ID Telegram di Dark Web tersebut. Pembayaran hanya menggunakan kripto dan coin XMR. Tujuannya agar tidak bisa dilacak.
Peretasan ini adalah kali kedua terjadi di BAIS. Sebelumnya pada 2021 hal serupa pernah terjadi. Pelakunya sekelompok peretas dari China. Selain database BAIS, MoonzHaxor juga menjual data INAFIS.