Home News Profil MoonzHaxor, Hacker yang Curi Data BAIS, INAFIS dan Kemenhub
News

Profil MoonzHaxor, Hacker yang Curi Data BAIS, INAFIS dan Kemenhub

Share
Profil MoonzHaxor, Hacker yang Curi Data BAIS, INAFIS dan Kemenhub
Share

Data INAFIS yang dijual adalah:

  1. DATABASE CONFIG SAMPLE
  2. APPLICATION SAMPLE
  3. INAFIS FACES MEMBER SAMPLE
  4. INAFIS FINGERPRINTS MEMBER SAMPLE

Data-data yang dijual itu dari INAFIS seperti gambar sidik jari, alamat email, dan aplikasi SpringBoot dengan beberapa konfigurasi. Moonzhaxor menjual data tersebut 1000 dolar AS.

Yang terakhir adalah data dari Kementerian Perhubungan. File yang bocor adalah:

  1. Data Kemenhub 30 ribu Karyawan,
  2. Data DITKAPEL,
  3. Data KSU TG. PERAK (File SQL)
  4. NIP karyawan Kemenhub, Email dan kata sandi default (File XLSX)

Terkait kebocoran itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI (purn) Hinsa Siburian membenarkan adanya kebocoran data tersebut.

Dia mengklarifikasi dan memperjelas soal dugaan kebocoran data milik Indonesia Automatic Finger Indentification System (INAFIS) Polri.

Menurut Hinsa, berdasarkan hasil koordinasi dengan Polri, didapatkan fakta data tersebut merupakan data lama yang tidak terbarui.

“Ini sudah kami konfirmasi dengan kepolisian, bahwa itu adalah data-data lama mereka yang diperjualbelikan di dark web,” ujar Hinsa di Jakarta, Senin, 24 Juni 2024.

Dia menyakinkan sistem Polri saat ini tidak mengalami gangguan. Sistem di INAFIS tetap berjalan baik meski ada dugaan kebocoran data. “Kami yakinkan bahwa sistem berjalan dengan baik,” tegas Hinsa.

Dia memastikan dugaan kebocoran data INAFIS ini tidak ada kaitan dengan gangguan di PDN (Pusat Data Nasional). Gangguan tersebut mengakibatkan sejumlah situs milik negara error. Termasuk milik Kemenkominfo.

TNI Lakukan Pengecekan

Terkait dugaan peretasan terhadap situs BAIS, Kapuspen TNI Mayjen TNI Nugraha Gumilar mengatakan tim siber TNI sedang melakukan pengecekan.

Website resmi milik BAIS itu diduga telah diretas seseorang menyusul gangguan di Pusat Data Nasional (PDN) akibat serangan siber ransomware.

“Terkait dugaan data BAIS TNI diretas, kami masih dalam proses pengecekan mendalam oleh tim siber TNI,” ujar Nugraha.

Sebelumnya semua server TNI dinonaktif sementara waktu untuk dilakukan pengecekan dan pemulihan.

Share
Related Articles
News

149 Jemaah Haji Asal Penajam Paser Utara Diberangkatkan 6 Mei 2026 

IKNPOS.ID - Persiapan keberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU),...

News

Waspada Intrusi Air Laut di Sungai Mahakam, Warga Samarinda Diimbau Hemat Air

IKNPOS.ID - Memasuki musim kemarau, Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda mulai memperketat...

News

Seleksi Paskibraka Kapuas 2026 Diperketat, Peserta Wajib Lolos Tes Urine dan Rekam Jejak Digital

IKNPOS.ID - Proses seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kapuas,...

News

HSU Dinyatakan Siap! Verifikator KONI Kalsel Rekomendasikan Jadi Tuan Rumah Porprov 2029

IKNPOS.ID - Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) resmi dinyatakan layak untuk menggelar...