Home News Ironi di Balik Proyek Besar: Jaminan Sosial Pekerja Rentan Kapuas Menurun, Pemerintah Harus Bertindak!
NewsPemerintahan

Ironi di Balik Proyek Besar: Jaminan Sosial Pekerja Rentan Kapuas Menurun, Pemerintah Harus Bertindak!

Jaminan Sosial Pekerja Rentan Kapuas

Share
angka kepesertaan jaminan sosial pekerja rentan di wilayah ini justru menurun yang mengkhawatirkan.
angka kepesertaan jaminan sosial pekerja rentan di wilayah ini justru menurun yang mengkhawatirkan.
Share

IKNPOS.ID – Dinas Sosial Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, menyebutkan jumlah pekerja rentan yang diakomodasi dalam Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan pada tahun anggaran 2026 ini sekitar 5.000 orang, turun sekitar 10.000 orang dibanding 2025 lalu.

“Evaluasi ini menjadi bahan penting agar ke depan cakupan perlindungan pekerja rentan dapat kembali ditingkatkan,” kata Kepala Dinas Sosial Kapuas, Karolinae, di Kuala Kapuas, Senin.

Hal itu disampaikannya saat memberikan laporan dalam rapat evaluasi pelaksanaan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan sekaligus penyerahan simbolis santunan kematian, di ruang rapat Rumah jabatan (Rujab) Bupati Kapuas.

Berdasarkan data terbaru tahun 2026, angka kepesertaan jaminan sosial bagi para pekerja rentan di wilayah ini justru menunjukkan tren penurunan yang mengkhawatirkan.

Fenomena ini memicu alarm kewaspadaan, mengingat pekerja rentan seperti petani kecil, pedagang kaki lima, dan buruh harian lepas adalah kelompok yang paling terpapar risiko ekonomi jika terjadi kecelakaan kerja atau kematian.

Penurunan ini disinyalir terjadi akibat kombinasi berbagai faktor, mulai dari kendala validasi data administrasi hingga keterbatasan alokasi anggaran daerah yang selama ini menjadi penyokong utama iuran mereka.

Padahal, jaminan sosial merupakan jaring pengaman terakhir yang mencegah keluarga pekerja jatuh ke jurang kemiskinan ekstrem saat musibah menimpa tulang punggung keluarga.

Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh agar hak-hak dasar para pejuang ekonomi informal ini tetap terlindungi di tengah dinamika pembangunan daerah.

“Kita tidak boleh membiarkan para pekerja kita bertaruh nyawa di lapangan tanpa perlindungan. Penurunan jumlah peserta ini adalah rapor merah yang harus segera diperbaiki. Jaminan sosial bukan sekadar angka di atas kertas, tapi tentang kepastian masa depan bagi warga Kapuas yang bekerja di sektor paling berisiko. Kita butuh langkah konkret agar cakupan perlindungan ini kembali meluas,” ungkap seorang pengamat kebijakan sosial di Kalimantan Tengah.

Share