Home Borneo Masuki Puncak Musim Hujan, Dinkes Kaltim Ingatkan Bahaya Penyakit Leptospirosis
Borneo

Masuki Puncak Musim Hujan, Dinkes Kaltim Ingatkan Bahaya Penyakit Leptospirosis

Share
Share

IKNPOS.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur mengingatkan masyarakat bahwa puncak musim hujan terjadi pada Januari ini, dengan potensi bencana banjir yang semakin meningkat setiap tahunnya di seluruh wilayah provinsi.

“Selain kesiapan kedaruratan, kami dari jauh-jauh hari telah memberikan edaran waspada banjir ke seluruh kabupaten dan kota, karena puncak penghujan itu di Januari,” kata Kepala BPBD Kaltim, Agustianur.

Untuk mengantisipasi dampak yang lebih buruk, BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan fasilitas darurat seperti posko pengungsian, logistik, dan alat berat guna menangani bencana banjir.

Tidak hanya ancaman banjir, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim juga memberikan peringatan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit leptospirosis, yang cenderung meningkat selama musim hujan.

“Leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira yang ditularkan melalui urine tikus yang terinfeksi,” ujar Kepala Dinkes Kaltim, dr. Jaya Mualimin.

Ia menjelaskan bahwa bakteri tersebut dapat masuk ke tubuh manusia melalui kulit yang lecet atau selaput lendir saat kontak dengan air, tanah, atau lumpur yang terkontaminasi.

Kondisi genangan air akibat banjir menjadi lingkungan ideal bagi penyebaran bakteri ini.

“Gejala leptospirosis meliputi demam tinggi, sakit kepala hebat, nyeri otot, mata merah, lemas, dan kulit serta mata menguning (ikterus). Komplikasi serius seperti kerusakan ginjal, hati, bahkan kematian bisa terjadi jika tidak ditangani dengan tepat,” tambahnya.

Dinkes Kaltim mengidentifikasi beberapa kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi leptospirosis, seperti petani, peternak, pekerja kebersihan, dan individu yang sering beraktivitas di lingkungan basah atau tergenang air.

Untuk mencegah penyebaran leptospirosis, masyarakat diimbau untuk:

  1. Menggunakan alat pelindung diri, seperti sarung tangan dan sepatu boot, saat bekerja di area berpotensi terkontaminasi.
  2. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah kontak dengan tanah atau air.
  3. Menghindari bermain atau berenang di air yang tergenang.
  4. Menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas sarang tikus.
  5. Melindungi makanan dan minuman dari kontaminasi tikus.

“Jika Anda mengalami gejala seperti demam mendadak atau nyeri otot yang tidak biasa, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” pungkas dr. Jaya.

Share
Related Articles
IKN Siap Disulap Jadi 'Cognitive City' Pertama di Dunia
Borneo

Samarinda Perkuat Jalan Konektor ke IKN, Pemkot Fokus Benahi Akses Warga dengan Anggaran Rp15 Miliar

IKNPOS.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menegaskan perannya dalam menyongsong pembangunan Ibu...

Borneo

Menkop Ferry Juliantono: Alfamart-Indomaret Stop Ekspansi ke Desa

IKNPOS.ID - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengeluarkan pernyataan tegas terkait peta...

Borneo

Upaya Pengamanan Ramadan hingga Arus Balik, Operasi Gabungan Digelar di Serambi IKN

IKNPOS.ID - Operasi gabungan lintas instansi digelar di Kabupaten Penajam Paser Utara...

Borneo

Pemkab PPU Siapkan Sanksi bagi Pelaku Usaha di Serambi IKN yang Tak Patuhi SE Ramadan

IKNPOS.ID - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) telah...