Home Borneo Penajam Paser Utara Gagas Hadirkan Hutan Kota, Jadi Pertama di Kaltim
Borneo

Penajam Paser Utara Gagas Hadirkan Hutan Kota, Jadi Pertama di Kaltim

Share
Penjabat Bupati Penajam Paser Utara Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin saat kunjungan studi ke Gunung Kidul sebelum gagas hadirkan hutan kota. Foto: @humas.setdakab.ppu/IG
Share

IKNPOS.ID – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) tengah menggagas hadirnya kawasan hutan kota di wilayahnya.

Kawasan hutan kota ini akan menjadi wilayah konservasi hutan kranggas pertama di Kalimantan Timur (Kaltim).

Langkah ini juga sekaligus menjadi langkah awal rehabilitasi hutan kota di Pemkab Penajam Paser Utara.

Penjabat Bupati Penajam Paser Utara Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin, mengatakan, saat ini telah ada wilayah konservasi Wanagama Nusantara di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pengelolaan konservasi Wanagama Nusantara itu diserahkan kepada Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Dalam waktu dekat Pemda Penajam Paser Utara akan menghadirkan kawasan hutan kota yang ada menjadi wilayah konservasi hutan keranggas pertama di Kalimantan Timur, sebagai langkah awal rehabilitasi hutan kota Pemda Penajam Paser Utara,” ujar Zainal usai kunjungan studi ke Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), belum lama ini.

Zainal mengatakan, terinsipirasi konsep ketahanan dan koservasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

“Kami melihat bahwa Gunungkidul telah berhasil menghijaukan lahan kritis dan menciptakan lahan produktif bagi masyarakat sekitar. Hal ini menjadi inspirasi bagi kami di Kabupaten PPU untuk mengembangkan konsep ketahanan dan konservasi yang serupa,” ujarnya.

Zainal menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pengelolaan sumber daya alam, terutama air.

“Kami menyadari bahwa jika hanya mengandalkan pemerintah, upaya pengelolaan sumber daya alam tidak akan cukup, terutama dalam menghadapi tantangan siklus hidrologis yang rentan terhadap banjir dan kekeringan” ujar zainal

Zainal juga menyoroti pentingnya pengembangan pertanian yang lebih berkelanjutan di Kabupaten PPU.

Menurutnya, kondisi pertanian di daerah PPU masih belum optimal, dengan produktivitas yang rendah akibat pola pertanian monokultur dan terbatasnya sistem irigasi.

Untuk mewujudkan perubahan yang lebih baik, Zainal menegaskan perlunya kolaborasi dengan daerah lain yang telah berhasil, seperti Gunungkidul, serta dukungan dari pihak swasta.

Share
Related Articles
Borneo

Bapenda Kaltim Catat Lonjakan Pajak Alat Berat 3.000 Persen, Tembus Rp36 Miliar di 2025

IKNPOS.ID - Pendapatan pajak alat berat di Kalimantan Timur melonjak drastis sepanjang...

Borneo

Upaya Tingkatkan Digitalisasi di Kabupaten Penyangga IKN, Kukar Gandeng Perbankan dan OJK

IKNPOS.ID - Untuk meningkatkan digitalisasi keuangan agar terwujud efisiensi, keamanan, dan ekonomi...

Banjarmasin Siap Jadi Kota Masa Depan! Gebrakan AI dan IoT Mulai Masuk Pelayanan Publik, Kamu Sudah Siap?
Borneo

Banjarmasin Siap Jadi Kota Masa Depan! Gebrakan AI dan IoT Mulai Masuk Pelayanan Publik, Kamu Sudah Siap?

IKNPOS.ID - Pernahkah kamu membayangkan tinggal di kota yang bisa mengatur lampu...

Borneo

Pemkab PPU Minta SPPG Serap Hasil Panen Petani di Serambi Ibu Kota Nusantara

IKNPOS.ID - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Penajam Paser Utara(PPU),...