IKNPOS.ID – Untuk mencegah kejahatan atau kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak, Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Zainal Arifin mengajak seluruh elemen masyarakat di Serambi Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk ikut bersinergi.
“Kami minta masyarakat dan organisasi kemasyarakatan sinergi ikut berperan lakukan pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan,” ujar Zainal, Senin, 30 Desember 2024.
Menurut Zainal, pemerintah di tingkat kecamatan, desa dan kelurahan, juga harus membangun sinergi melakukan pencegahan kejahatan terhadap perempuan dan anak.
“Harus bersama-sama bantu sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dan pemerintahan untuk lakukan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” jelasnya.
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat 24 kasus kekerasan terhadap anak dan 16 kasus kejahatan terhadap perempuan terjadi sepanjang 2022.
Kemudian terdata 31 kasus kekerasan terhadap anak dan 14 kasus kejahatan terhadap perempuan terjadi selama 2023, sementara sepanjang 2024 tercatat terjadi 34 kasus kekerasan terhadap anak dan 19 kasus kejahatan terhadap perempuan.
Data tersebut secara keseluruhan, jelas dia, menunjukkan terjadi peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dan harus menjadi perhatian bersama agar dapat diminimalkan.
Dia menekankan kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan kejahatan kompleks dengan modus yang terus berkembang dan menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.