Home Borneo Pemerintah Imbau Rapat Dinas Digelar di Kantor Masing-masing, Pelaku Usaha Hotel di Kaltim Ketar-Ketir
Borneo

Pemerintah Imbau Rapat Dinas Digelar di Kantor Masing-masing, Pelaku Usaha Hotel di Kaltim Ketar-Ketir

Share
Pelaku usaha perhotelan merasa ketar-ketir karena pemerintah mengeluarkan imbauan agar kegiatan rapat tidak digelar di hotel.Foto: IST
Share

IKNPOS.ID – Pelaku usaha perhotelan di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai ketar-ketir adanya kebijakan dan imbauan agar dinas tidak menggelar rapat di hotel, melainkan kantor masing-masing.

Kebijakan dan imbauan itu membuat pelaku usaha hotel di Kaltim ketar-ketir pendapatan menjadi turun.

Padahal, penghasilan hotel di Kaltim salah satunya dikontribusi oleh kegiatan yang kerap digelar oleh pemerintah.

Selama 2024, sektor perhotelan dan pariwisata di Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami perkembangan signifikan, salah satu faktornya banyak kegiatan di gelar di Samarinda dan Balikpapan seiring dengan  pembangunan Ibu Kota Nusantra (IKN).

Kegiatan-kegiatan yang kerap digelar di Balikpapan dan Samarinda  memberikan kontribusi besar perkembangan bisnis perhotelan.

Namun di tengah tren positif itu, ada kekhawatiran yang besar dirasakan pelaku usaha perhotelan menyusul imbauan dari  pemerintah Prabowo Subianto agar kegiatan dinas digelar di kantor masing-masing tak perlu di hotel.

Ketua Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Kaltim, Wied Paramartha mengatakan, meskipun sektor perhotelan Kaltim menunjukkan tren positif pada 2024, namun pihaknya belum bisa memproyeksikan untuk masa depan.

Wied mengakui adanya kekhawatiran pelaku usaha perhotelan dampak dari kebijakan pemerintah yang mengurangi anggaran dan imbauan agar dinas serta kementerian yang tidak lagi diperkenankan untuk mengadakan rapat atau kegiatan di hotel.

Menurutnya, kebijakan itu menjadi tantangan besar bagi sektor perhotelan di Kaltim.

“Harapannya, bisnis perhotelan bisa tetap sebaik tahun 2024. Namun, tantangannya cukup besar,” ujar Wied, Sabtu 28 Desember 2024.

Kebijakan pemerintah baru itu dikhawatirkan berdampak turunnya pendapatan hotel.

“Setelah pelantikan Presiden, ada kabar bahwa semua kegiatan dinas dan kementerian akan dikurangi, termasuk mengurangi penggunaan hotel untuk rapat atau acara lainnya. Hal ini bisa berdampak pada turunnya pendapatan hotel,” ujarnya.

Namun demikian, Wied tetap optimis sektor perhotelan Kaltim masih memiliki potensi untuk berkembang lebih maju.

Share
Related Articles
Borneo

Polisi dan Warga Kompak Bersihkan Drainase di Sungai Parit, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan

personel Polsek Penajam bersama masyarakat turun langsung melakukan kerja bakti memperbaiki drainase...

Borneo

Propam Polda Kaltim Gelar Gaktibplin, Tekankan Disiplin dan Profesionalisme Personel Polres PPU

Komitmen menjaga marwah institusi terus diperkuat.

WFH ASN Kota Samarinda
Borneo

Samarinda Terapkan WFH ASN Tiap Jumat, Wali Kota Andi Harun Siapkan Dashboard Pengawas Real Time

IKNPOS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melakukan terobosan baru dalam tata kelola...

Borneo

Petani Wajib Lapor Panen, Strategi Baru PPU Jaga Harga Gabah Tetap Stabil

Pemkab PPU menerapkan kebijakan baru dengan mewajibkan petani melaporkan rencana panen padi...