Home News Menteri Ara Minta BPKP Audit FLPP, Banyak yang Gak Tepat Sasaran?
News

Menteri Ara Minta BPKP Audit FLPP, Banyak yang Gak Tepat Sasaran?

Share
Menteri PKP Maruarar Sirait (kiri) dan Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh (kanan). Dok. Kompu PKP
Share

IKNPOS.ID – Rencana pemerintah untuk meningkatkan target penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada tahun 2025 menjadi 800.000 unit rumah subsidi menimbulkan pertanyaan terkait transparansi dan efektivitas pelaksanaannya.

Untuk memastikan bahwa program ini tepat sasaran dan terhindar dari penyalahgunaan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengajukan audit pelaksanaan penyaluran FLPP kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Langkah ini diambil untuk meningkatkan kepercayaan publik dan mengoptimalkan distribusi rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kepercayaan Masyarakat Diuji

Dalam pertemuan dengan Kepala BPKP, Muhammad Yusuf Ateh, yang berlangsung pada Selasa malam (28/11/2024), Menteri Ara menegaskan pentingnya audit terhadap penyaluran FLPP, khususnya yang dilaksanakan oleh PT Bank Tabungan Negara (BTN), sebagai bank penyalur utama.

“Saya ingin semua FLPP yang dilaksanakan diaudit, terutama yang disalurkan oleh BTN. Saya minta kepada BPKP untuk segera melaksanakan audit ini. Hal ini untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap keberhasilan dan kredibilitas program ini,” ujar Ara.

Audit ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai ketepatan sasaran penerima FLPP. Salah satu fokus utama audit adalah memastikan bahwa penerima bantuan benar-benar menggunakan rumah yang dibeli dengan program KPR subsidi ini dan bukan penyalahgunaan oleh pihak yang tidak berhak.

Peningkatan Target FLPP: Ambisi atau Tantangan?

Kementerian PKP berencana untuk meningkatkan alokasi penyaluran FLPP menjadi 800.000 unit pada tahun 2025, lebih dari empat kali lipat dari target 200.000 unit pada tahun 2024.

Menteri Ara menyatakan bahwa KPR FLPP sangat penting bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah dengan harga dan angsuran yang terjangkau.

“Program KPR FLPP yang selama ini disalurkan melalui BP Tapera dan bank-bank penyalur sangat baik dan perlu ditingkatkan agar lebih banyak masyarakat yang bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk memiliki rumah,” ungkapnya.

Share
Related Articles
News

Bus AKAP Hantam Mobil Pemudik di Tol Trans Jawa KM 304, Arus Kendaraan Sempat Macet

IKNPOS ID -   Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Jalan Tol Trans...

News

Cerita Mudik Lebaran 2026: Perjalanan Jakarta ke Boyolali Diwarnai Tiga Kecelakaan di Jalan Tol

IKNPOS. ID — Arus mudik Lebaran 2026 mulai memadati sejumlah ruas jalan...

Mobil Dinas Gubernur Kaltim Dikembalikan
News

Mobil Dinas Mewah Gubernur Kaltim Resmi Dikembalikan, Harga dan Pajaknya Jadi Sorotan

IKNPOS.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) akhirnya resmi mengembalikan unit...

Tim Gabungan antara Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di 2 lokasi terkait aduan adanya pemberangkatan pekerja migran Indonesia secara nonprosedural
News

Jelang Mudik Lebaran 2026, KP2MI Siagakan Layanan Kepulangan Pekerja Migran di Bandara hingga Perbatasan

KP2MI) menyiapkan layanan khusus di sejumlah titik kedatangan untuk mengantisipasi arus kepulangan...