Home Borneo PPU Rawan Macet Seiring Perkembangan IKN, DPRD Usul Program Transportasi Umum Adopsi Balikpapan
Borneo

PPU Rawan Macet Seiring Perkembangan IKN, DPRD Usul Program Transportasi Umum Adopsi Balikpapan

Share
Konflik antara sopir angkot dan sopir bus Bacitra berakhir damai. Foto: tangkapan layar/Youtube
Konflik antara sopir angkot dan sopir bus Bacitra berakhir damai. Foto: tangkapan layar/Youtube
Share

IKNPOS.ID – Sejumlah ruas jalan di Penajam Paser Utara (PPU) berpotensi terjadi kemacetan seiring dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Terlebih, sejalan dengan berkembangnya IKN, PPU diperkirakan akan mengalami pertumbuhan signifikan.

Pertumbuhan ini mencakup peningkatan jumlah penduduk, pembangunan hunian baru, serta peningkatan volume kendaraan di Benuo Taka, nama lain Kabupaten PPU.

Karena itulah, potensi kemacetan lalu lintas di masa mendatang bisa saja terjadi.

Para pemangku kebijakan di PPU dinilai perlu mulai memikirkan solusi untuk mengatasi tantangan ini sejak dini.

Langkah ini diambil agar Kabupaten PPU tidak kelabakan ketika harus menghadapi masalah kemacetan di masa mendatang.

Anggota DPRD PPU, Muhammad Bijak Ilhamdani, menyarankan agar PPU belajar dari Kota Balikpapan, yang telah memperkenalkan program transportasi umum, seperti Bus Bacitra (Balikpapan City Trans), sebagai upaya mengurai kemacetan.

“Bisa melihat bagaimana Kota Balikpapan dengan hadirnya bus Bacitra, bahkan saya mengapresiasi,” kata Bijak, beberapa hari lalu.

Bijak mengakui bahwa Balikpapan kini sedang dihadapkan dengan persoalan kemacetan lalu lintas akibat pertumbuhan penduduk sebagai dampak hadirnya IKN.

Artinya, kemacetan menjadi ancaman nyata bagi PPU, seiring dengan pesatnya perkembangan daerah oleh kehadiran IKN.

Ia menilai, sejauh ini solusi yang paling efektif untuk mengurai kemacetan adalah dengan mengembangkan transportasi umum.

“Sejauh ini yang mengurai kemacetan itu adalah transportasi umum. Maka saya pikir di Kabupaten PPU sudah harus dipikirkan,” sambung Bijak, yang juga merupakan politisi dari Partai Demokrat.

Bijak menyarankan agar PPU tidak menutup diri dan mulai mempertimbangkan adopsi program transportasi serupa, meskipun harus disesuaikan dengan karakteristik wilayah PPU yang lebih luas dan jarak antar pemukiman yang lebih jauh dibandingkan Balikpapan.

“Untuk diadopsi (Bacitra) harus disesuaikan dengan kondisi PPU. Penajam dengan Balikpapan tentu berbeda. PPU lebih luas dan jarak antar pemukiman jauh, dalam artian agak longgar,” terangnya.

Share
Related Articles
Pesan Rudy ke Bankaltimantara
Borneo

Gubernur Rudy Mas’ud Dituding Bangun Dinasti Politik di Kaltim, Ini Daftar Deretan Keluarga Duduki Jabatan Strategis

IKNPOS.ID - Isu dugaan politik dinasti di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur...

Borneo

Selama Libur Lebaran, Puskesmas dan RSUD di Serambi IKN Tetap Siaga

IKNPOS.ID - Seluruh puskesmas dan juga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu...

Borneo

Perusahaan di Serambi IKN Diingatkan Bayar THR Tepat Waktu

IKNPOS.ID - Perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan...

Borneo

Panglima Jilah Datangi Rumah Jokowi di Solo, Tagih Janji Pembangunan Dayak Center di IKN

IKNPOS.ID - Pemimpin organisasi adat Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), Agustinus Jilah...