Home Society IKN Pembangunan IKN Tak Boleh Lepas dari Kebudayaan
Society IKN

Pembangunan IKN Tak Boleh Lepas dari Kebudayaan

Share
Ibu Kota Pindah ke IKN 2028
IKN Jadi Episentrum Pembangunan Indonesia Sentris--KemenPUPR
Share

IKNPOS.ID – Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, tak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur. Kebudayaan juga merupakan bagian penting dari kesuksesan pembangunan di Nusantara.

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Kebudayaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Pendidikan Tinggi, Hilmar Farid di Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, Selasa, 8 Oktober 2024.

Dia meminta Unmul turut berperan aktif menghidupkan suasana di IKN yang saat ini sedang dalam proses pembangunan.

“Universitas Mulawarman dapat membantu merumuskan. Jangan sampai IKN jadi kota yang tak bernyawa,” ujar Hilmar.

Dia membandingkan IKN dengan pembangunan ibukota di beberapa negara lain. Seperti Astana di Kazakhstan, Abuja di Nigeria, dan Brasilia di Brasil. “Pembangunan IKN dapat meneladani kota-kota tersebut,” imbuhnya.

Dia mencontohkan Brasilia yang menjadi Ibukota Brasil pada 1960 menggantikan Rio de Janeiro.

Serupa dengan IKN. Brasilia dibangun dari nol. Bahkan, Presiden Soekarno, pernah mengunjungi Brasilia pada awal peresmiannya.

Bung Karno menginginkan arsitek utama Brasilia, Oscar Niemeyer mengarsiteki Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng) yang diproyeksikan menjadi ibu kota baru menggantikan Jakarta.

“Alasan Soekarno kala itu cukup sederhana. Arsitektur bangunan di Brasilia memiliki karakter modern yang tak lepas dari kearifan lokal,” papar Hilmar.

Meski tak jadi memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Palangkaraya, konsep itu kemudian dibawa pada pembangunan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta.

“Perumusan serupa untuk IKN penting. Bukan bentuk bangunannya dapat ditiru. Tetapi konsep modern yang tidak melupakan akar pengalaman kolektif,” urainya.

Hilmar juga menyoroti Putrajaya ketika menjadi Ibu kota Malaysia menggantikan Kuala Lumpur.

Arsitektur di Putrajaya, diakuinya memiliki karakter yang modern. Namun, sayangnya melupakan kebudayaan masyarakat sekitar. “Akhirnya Putrajaya menjadi kota yang tidak dikenali oleh rakyatnya,” tukas Hilmar.

Menempatkan kebudayaan setempat dalam arsitektur, bukan sekadar menaruh ornamen kesukuan tertentu.

Share
Related Articles
Peta Jalan Pendidikan IKN & Nasib Orangutan Terjawab di IKN Youth Forum
Society IKN

Peta Jalan Pendidikan IKN & Nasib Orangutan Terjawab di IKN Youth Forum

IKNPOS.ID - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dipastikan terus melaju kencang sebagai...

Perjalanan Dian Rana di IKN: dari bikin konten hingga arsipkan dokumentasi ke negara.
Society IKN

Perjalanan Dian Rana di IKN: Dari Rasa Penasaran, Bikin Konten, hingga Arsipkan Sejarah ke Negara

IKNPOS.ID - Perjalanan Dian Rana sebagai influencer di Ibu Kota Nusantara (IKN)...

Otorita IKN & Bank Indonesia Luncurkan Revolusi Ekonomi Kreatif Wastra
Society IKN

Otorita IKN & Bank Indonesia Luncurkan Revolusi Ekonomi Kreatif Wastra

IKNPOS.ID – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Bank Indonesia (BI) secara...

Society IKN

Pulihkan Hutan dari Aktivitas Ilegal, Otorita IKN Tanam 100 Pohon di Tahura Soeharto

IKNPOS.ID - Upaya pemulihan ekosistem hutan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN)...