Sampai saat ini, beberapa pekerjaan tambahan masih terus diselesaikan. Di antaranya pembangunan ramp, penyempurnaan struktur slab-on-pile, erection of steel box girders, pengerjaan perkerasan jalan, perlindungan lereng, hingga penataan estetika atau beautification pada sejumlah segmen jalan.
Proyek tersebut dilaksanakan melalui skema Integrated Joint Operation yang melibatkan sejumlah perusahaan BUMN, yakni PT Hutama Karya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Nindya Karya, dan PT Brantas Abipraya (Persero).
Dalam proses pembangunan, proyek menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi tanah labil jenis clay shale dan tingginya intensitas curah hujan yang memengaruhi stabilitas lereng serta efektivitas pekerjaan di lapangan. Untuk mengatasi tantangan tersebut, perusahaan memanfaatkan berbagai teknologi konstruksi modern seperti Building Information Modeling (BIM), Light Detection and Ranging (LiDAR), serta drone photogrammetry berbasis sistem digital.
Selain memperkuat akses konektivitas Balikpapan dan Samarinda menuju kawasan IKN, proyek ini juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Sebanyak 527 pekerja terlibat dalam pembangunan, dengan sekitar 15 persen di antaranya merupakan tenaga kerja lokal asal Kalimantan Timur yang memperoleh pelatihan teknis dan sertifikasi profesi selama proyek berlangsung.