DKUKMPP menilai pengembangan UMKM tidak dapat dilakukan hanya oleh satu organisasi perangkat daerah saja, tetapi membutuhkan dukungan dan kolaborasi lintas sektor agar program yang dijalankan lebih efektif.
Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan yakni memperbanyak kegiatan daerah yang melibatkan pelaku UMKM. Kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan transaksi ekonomi sekaligus memperluas promosi produk lokal kepada masyarakat.
“Kami ingin bagaimana UMKM ini juga bisa bersifat bisnis online dan lebih dekat dengan masyarakat,” ucap Muslih.
Selain kegiatan promosi langsung, DKUKMPP Kotim juga mulai menjajaki kerjasama dengan pelaku layanan ojek online untuk membantu pemasaran produk UMKM secara digital.
Langkah itu dinilai penting karena pola belanja masyarakat saat ini semakin banyak dilakukan melalui sistem pemesanan online.
Konsep kemitraan yang disiapkan nantinya diharapkan mampu mempermudah konsumen mendapatkan produk UMKM, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal di Kotim.
Muslih menambahkan, saat ini sudah ada beberapa pelaku usaha di Kotim yang berhasil memanfaatkan pemasaran berbasis digital dan menunjukkan perkembangan usaha yang cukup baik.
Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lainnya agar mulai mengikuti pola pemasaran modern.
“Kita berharap pelaku usaha yang lain juga mengikuti pola-pola itu supaya pembeli lebih mudah terhubung dengan pelaku usaha,” terang Muslih.