Home News Rutan Barabai jadi ‘Eksperimen’ Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Dampak HP Ilegal BNNK
NewsPemerintahan

Rutan Barabai jadi ‘Eksperimen’ Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Dampak HP Ilegal BNNK

sosialisasi narkoba BNNK

Share
Badan Narkotika BNNK Balangan gelar sosialisasi bahaya narkoba bagi warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Barabai
Badan Narkotika BNNK Balangan gelar sosialisasi bahaya narkoba bagi warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Barabai
Share

Sinergi Antar-Lembaga untuk Reformasi Warga Binaan

Ketua Tim Rehabilitasi BNNK Balangan, Arbainsyah, mengatakan kegiatan itu rutin dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan terhadap warga binaan.

Menurutnya, sosialisasi tidak hanya membahas bahaya penyalahgunaan narkoba dan peredarannya, tetapi juga mengingatkan warga binaan terhadap maraknya penggunaan rokok elektrik atau vape.

“Kami menyampaikan bahaya narkoba, bahaya peredaran narkoba, termasuk vape yang saat ini juga sedang marak,” ujarnya.

Selain edukasi, warga binaan juga diberikan motivasi agar mampu memperbaiki diri setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Kami berharap setelah keluar dari sini mereka bisa menjadi orang baik yang bermanfaat buat dirinya, keluarganya, dan orang banyak, serta tidak lagi melakukan hal-hal yang membuat mereka kembali lagi ke sini,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, warga binaan turut diingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat, pola pikir positif, serta membangun lingkungan pergaulan yang baik.

Arbainsyah menilai kondisi penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Hulu Sungai Tengah saat ini perlu menjadi perhatian serius masyarakat, terutama para orang tua dan kalangan remaja.

Kepala Rutan Kelas IIB Barabai menyambut baik inisiatif BNNK Balangan. Sinergi ini dianggap krusial untuk menjaga integritas institusi masyarakat.

Dengan adanya edukasi ini, diharapkan warga binaan Rutan Barabai memiliki kesadaran kolektif untuk menolak segala bentuk godaan narkoba dan mematuhi aturan tata tertib rutan demi memperlancar proses pelatihan mereka menuju kembalinya mereka ke masyarakat.

Ia mengaku sebagian besar klien rehabilitasi yang ditangani pihaknya berasal dari wilayah HST.

“Saat ini Hulu Sungai Tengah memang lumayan parah. Klien atau pasien yang kami tangani kebanyakan berasal dari HST, bahkan Balangan kalah dari kabupaten lain,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Selatan menyebut Kabupaten Hulu Sungai Tengah menjadi wilayah paling rawan penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Selatan berdasarkan hasil operasi pemberantasan dan pemulihan kampung narkotika di Banjarmasin.

Share