“Secara teknis kami juga sudah membahas bahwa minyak itu kan di dalam perut bumi, jadi yang kita manfaatkan adalah sumber energi di perut bumi. Kalau di atas lahannya itu ada bangunan, ada tanaman, ada sawah, kebun, kita bisa ngebor miring di sebelahnya yang lahannya mungkin tidak dimanfaatkan,” lanjut dia.
Pertamina Garap Proyek, Potensi Pendapatan Triliunan Rupiah
Pengelolaan dan eksplorasi sumur migas tersebut akan dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya.
Direktur Utama Pertamina Hulu Indonesia, Sunaryanto, menyebut nilai potensi cadangan energi dari proyek ini sangat besar.
“Potensi cadangannya setara Rp 1,1 triliun untuk minyak dan sekitar Rp 1,5 triliun untuk gasnya. Jadi secara total akan menghasilkan revenue sekitar Rp 2,5 triliun,” ujar Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia, Sunaryanto.
Rencana pengeboran dijadwalkan berlangsung dalam rentang waktu 2026 hingga 2032. Namun, pemerintah membuka kemungkinan percepatan agar produksi dapat segera dimanfaatkan guna mendukung ketahanan energi nasional. *