IKNPOS.ID – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur melakukan mitigasi pada kolam bekas tambang ilegal demi menjamin keamanan warga di pemukiman yang dekat dengan lokasi tersebut.
“Upaya mitigasi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan warga di sekitar bukaan tambang, meskipun kami sering terkendala karena kewenangan pengawasan pertambangan batu bara berada di pemerintah pusat,” kata Kepala Dinas ESDM Provinsi Kaltim Bambang Arwanto di Samarinda, Minggu.
Inspeksi mendadak telah dilakukan oleh Dinas ESDM Provinsi Kaltim guna merespons informasi mengenai insiden anak tenggelam di kolam bekas bukaan tambang tersebut pada Sabtu (25/4).
Kalimantan Timur kini tak lagi main-main dalam urusan keselamatan rakyatnya. Pemerintah daerah bersama instansi resmi meluncurkan program mitigasi besar-besaran untuk menangani kolam bekas tambang yang letaknya bersinggungan langsung dengan kawasan perumahan warga. Langkah ini diambil sebagai respons cepat untuk memutus rantai kejadian yang membahayakan masyarakat.
Peristiwa yang merenggut nyawa anak berusia sembilan tahun bernama AAP itu terjadi di RT 14, Kelurahan Sambutan, pada Senin (20/4).
Peninjauan lapangan tersebut dilaksanakan bersama pihak PT Insani Bara Perkasa (PT IBP) dan dihadiri langsung oleh Kepala Teknik Tambang Saprianto.
“Berdasarkan hasil temuan di lapangan, kolam dengan kedalaman sekitar tiga meter tersebut berada dekat atau kurang dari 100 meter dari pemukiman warga kawasan Pelita IV,” ungkap Bambang.
Menurut dia, pihak perusahaan sebelumnya telah berupaya memitigasi risiko dengan menutup akses menuju lokasi kejadian menggunakan pagar seng demi alasan keselamatan.
Fokus utama dalam mitigasi ini adalah penutupan akses (pagarisasi) yang lebih kokoh, pemasangan rambu peringatan yang jelas, hingga pemantauan kualitas udara untuk memastikan tidak ada limbah berbahaya yang merembes ke sumur-sumur warga.
Pemerintah menuntut komitmen penuh dari perusahaan pemegang izin tambang untuk tidak meninggalkan “warisan maut” bagi anak cucu di masa depan.