“Jika diabaikan, risiko tersebut dapat berujung pada kecelakaan kerja hingga kegagalan konstruksi,” ujarnya.
Sunar menyinggung peristiwa tragis yang terjadi di Tanjung Barat, Jakarta Selatan, yang menyebabkan empat pekerja proyek meninggal dunia.
Kejadian tersebut diduga akibat paparan gas berbahaya serta kurangnya penggunaan perlengkapan keselamatan saat para pekerja berusaha saling menolong.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keselamatan kerja bukan sekadar formalitas, melainkan harus menjadi budaya yang benar-benar diterapkan di lapangan,” tegasnya.
Menurutnya, pelatihan SMKK yang dilaksanakan ini menjadi langkah strategis untuk mencegah kejadian serupa terjadi di daerah.
Pemerintah daerah berkomitmen mewujudkan pembangunan yang tidak hanya cepat dan berkualitas, tetapi juga aman dan berkelanjutan.