IKNPOS.ID – Memperingati hari jadinya yang ke-41, Hermina Hospitals Group menunjukkan dedikasi nyata yang melampaui layanan medis konvensional.
Melalui aksi kolaboratif, grup rumah sakit ini menyelenggarakan kegiatan penanaman pohon strategis di kawasan Miniatur Hutan Hujan Tropis (MHHT), Ibu Kota Nusantara (IKN), pada Rabu (22/04/2026).
Langkah ini menegaskan posisi Hermina sebagai mitra pembangunan IKN yang peduli terhadap keseimbangan ekosistem.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni ulang tahun, tetapi juga bukti dukungan terhadap visi besar pemerintah dalam membangun ibu kota yang berkelanjutan.
Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif sektor swasta dalam mempercepat penghijauan di wilayah pusat pemerintahan baru tersebut.
“Menanam pohon harus menjadi bagian dari gaya hidup. Kontribusi kecil yang dilakukan hari ini akan berdampak besar bagi masa depan Nusantara dan generasi mendatang,” tegas Basuki Hadimuljono di sela-sela kegiatan.
Medis Berbasis Lingkungan Sehat
Direktur RS Hermina Nusantara, dr. Stefanus Dony, menjelaskan komitmen perusahaan terhadap IKN bersifat menyeluruh.
Hermina tidak hanya fokus pada aspek kuratif (pengobatan), tetapi juga sangat menekankan upaya promotif dan preventif.
Salah satu pilar utamanya adalah memastikan lingkungan sekitar tetap sehat dan asri, yang secara langsung berdampak pada kualitas hidup masyarakat di Nusantara.
Langkah penghijauan ini dirancang agar selaras dengan tiga konsep utama pembangunan IKN, yaitu:
- Forest City: Mengembalikan fungsi hutan tropis di area pembangunan.
- Sponge City: Meningkatkan daya serap air tanah melalui vegetasi yang rapat.
- Smart City: Mengintegrasikan manajemen lingkungan cerdas dengan pembangunan infrastruktur medis modern.
Kehadiran jajaran Otorita IKN bersama mitra strategis seperti RS Hermina Nusantara menandai era baru kolaborasi antara penyedia layanan kesehatan dan pengelola infrastruktur nasional.
Aksi ini menjadi pesan kuat bahwa pembangunan IKN tidak melulu soal gedung perkantoran dan jalan aspal, melainkan juga tentang pemulihan alam.