Di sisi lain, ia juga memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal di sekolah tersebut. Norsan mengapresiasi kualitas menu yang dinilai telah memenuhi standar gizi bagi siswa.
Ia menekankan pentingnya pemenuhan standar fasilitas dapur dalam program MBG, termasuk keberadaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan akses air bersih guna menjamin keamanan pangan.
“Apabila dapur tidak memenuhi standar, misalnya tidak memiliki IPAL dan akses air bersih, maka boleh kita tutup. Kami tidak ingin ada lagi kasus anak-anak sekolah yang keracunan makanan,” katanya.
Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya konkret Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam menjawab isu strategis pembangunan daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas SDM dan penguatan infrastruktur pendidikan guna mendongkrak IPM secara berkelanjutan.