Home Ragam Prof. Sembiring: Defian Qory Afiliasi Mafia Pangan, Mengaku Staf Bappenas
Ragam

Prof. Sembiring: Defian Qory Afiliasi Mafia Pangan, Mengaku Staf Bappenas

Share
Mafia Pangan
Share

Implikasinya jelas: jika swasembada dilemahkan, yang diuntungkan adalah petani negara lain, sementara petani Indonesia dirugikan. Padahal, sebanyak 115 juta petani Indonesia telah bekerja nyata memastikan ketersediaan pangan nasional.

Sejalan dengan itu, Ketua KTNA, Sofyan Noor, sebelumnya juga menyoroti Defiyan Cori sebagai ekonom yang dinilai menulis dengan nada sinis dan kehilangan pijakan, terutama ketika ruang impor yang selama ini menjadi basis argumentasi mulai tertutup.

Menurut Sofyan, narasi semacam itu tidak hanya keliru, tetapi juga mengecilkan perjuangan jutaan petani yang kini mulai merasakan hasil panen yang terserap oleh negeri sendiri.

Selama bertahun-tahun, sebagian pihak membangun wacana krisis untuk membenarkan impor. Namun pola tersebut kini melemah, seiring data BPS, stok Bulog, serta kebijakan pupuk yang semakin berpihak kepada petani.

“Maka benar jika dikatakan, Mentan Andi Amran Sulaiman telah memupus mimpi para ekonom pro-impor beras,” ujar Sofyan.

Dukungan juga datang dari kalangan akademisi. Ketua Pusat Studi SDGs Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Nuning Roadiah, menyampaikan bahwa temuan lapangan memperkuat optimisme terhadap keberhasilan program swasembada pangan.

“Setelah kami melihat langsung ke gudang Bulog, kami sangat mengapresiasi kinerja Kementerian Pertanian dan Bulog. Gudang penuh, dan ini menumbuhkan optimisme bahwa swasembada pangan benar-benar terwujud,” ujarnya (19/4/2026).

Nuning menambahkan bahwa dampak program tidak hanya terlihat dari ketersediaan stok, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan petani melalui harga gabah yang lebih baik.

Sementara itu, Menteri Pertanian periode 2000–2004, Prof. Bungaran Saragih, menilai capaian Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai langkah strategis dalam menjaga swasembada beras dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya mencerminkan penguatan kebijakan pangan, tetapi juga mendapat pengakuan melalui penghargaan di bidang pangan—sebuah pencapaian yang belum pernah diraih pada periode sebelumnya.

Share
Related Articles
BTN
Ragam

Hadir di Semarang, BTN Housingpreneur Bedah Rumah Zaman Now

IKNPOS.ID - Kebutuhan rumah di Jawa Tengah yang masih mencapai sekitar 990.000...

saham btn
Ragam

Di Tengah Dinamika Pasar Modal, BTN Kaji Opsi Buyback Saham

IKNPOS.ID - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tengah mengkaji opsi...

Bank BSN
Ragam

Bank BSN Gebrak Pasar Anak Muda, Tawarkan KPR DP 1 Persen Tenor 40 Tahun

IKNPOS.ID - PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) mendorong pekerja muda untuk...

Jasindo
Ragam

Lebih dari Lima Dekade, Asuransi Jasindo Perkuat Pengelolaan Risiko Usaha pada Hari Asuransi Nasional

IKNPOS.ID - Memperingati Hari Asuransi Nasional, PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau...