Home Pendidikan Otorita IKN Luncurkan Ekstrakurikuler Robotika di 20 Sekolah Unggulan
Pendidikan

Otorita IKN Luncurkan Ekstrakurikuler Robotika di 20 Sekolah Unggulan

Share
Otorita IKN Luncurkan Ekstrakurikuler Robotika di 20 Sekolah Unggulan
Share

IKNPOS.ID – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) ingin memastikan generasi muda di kawasan ibu kota baru tidak hanya menjadi penonton dalam transformasi digital.

Hingga April 2026, Otorita IKN resmi mengembangkan program ekstrakurikuler robotika secara masif di 13 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 7 SMA/Madrasah Aliyah (MA) yang berada di wilayah delineasi IKN. Tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Program ini dirancang bukan sekadar pengenalan teknologi, melainkan fondasi utama dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompetitif.

Melalui Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital, Otorita IKN menargetkan para siswa memiliki kecakapan coding dan mekanik yang siap menghadapi tantangan industri masa depan.

Untuk memastikan pembelajaran berjalan efektif, Otorita IKN tidak hanya memberikan teori. Setiap sekolah yang terpilih telah dibekali dengan perangkat praktik lengkap.

Termasuk toolkit khusus dan trainer kit. Yang menarik, setiap sekolah menerima dua jenis robot fungsional untuk praktik langsung: Robot Wall Follower (robot pengikut dinding) dan Robot Transporter (robot pengangkut barang).

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Otorita IKN, Tonny Agus Setiono, menegaskan pemberian alat ini bertujuan agar siswa terbiasa dengan perangkat keras sejak dini.

Persiapan ini dilakukan secara berkelanjutan untuk menyiapkan delegasi siswa IKN mengikuti berbagai kompetisi robotika tingkat nasional maupun internasional.

Kolaborasi Eksklusif dengan ITS dan Polnes

Pengembangan ekosistem digital ini diawali dengan penguatan kapasitas tenaga pendidik. Para guru menjalani pendampingan intensif selama empat bulan penuh untuk menguasai kurikulum robotika.

Program ini merupakan hasil kolaborasi tingkat tinggi antara Otorita IKN dengan pakar dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Politeknik Negeri Samarinda (Polnes).

“Anak-anak harus memiliki pengetahuan tentang robotika dan siap menghadapi perkembangan teknologi ke depan. Kami para guru pun dilatih agar mampu membimbing mereka secara praktik maupun teori,” ungkap Ayu Desi Wilujeng, guru SMA Negeri 3 Penajam Paser Utara, saat memberikan keterangan di Sepaku.

Share
Related Articles