Teknik Ecoprint dipilih karena sangat relevan dengan visi IKN sebagai Forest City. Masyarakat dapat memanfaatkan dedaunan endemik di sekitar wilayah delineasi IKN sebagai bahan baku tanpa merusak lingkungan, selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Optimisme Menjelang 2028
Masyarakat menyambut antusias program ini. Siti Aisyah, peserta dari Samboja, menyebutkan bahwa pendampingan ini adalah “kunci” agar warga lokal tidak hanya menjadi penonton di tengah megahnya pembangunan IKN.
Sementara itu, Dewi Yulhermawati dari Sepaku berharap kegiatan ini bisa melahirkan sentra industri wastra baru di tingkat kelurahan.
Update Data Ekonomi Kreatif IKN (April 2026):
- Target Kemiskinan: 0% pada tahun 2028.
- Fokus Subsektor: Wastra, Kriya, dan Kuliner.
- Wilayah Prioritas: Kecamatan Sepaku, Samboja, dan Loa Kulu.
- Jumlah Peserta Pelatihan: Melibatkan puluhan kelompok UMKM lokal binaan OIKN.
Pemerintah optimistis bahwa pada tahun 2028, masyarakat di sekitar Ibu Kota Nusantara tidak hanya merasakan dampak fisik bangunan.
Tetapi juga lonjakan kesejahteraan melalui sektor ekonomi kreatif yang mandiri dan berdaya saing internasional.