IKNPOS.ID – Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan memperkuat budaya baca untuk sumberdaya manusia (SDM) unggul di era globalisasi lewat kegiatan Bunda Literasi Tahun 2026.
Menyemai Benih Kecerdasan: Misi Besar Banjarmasin Menjadikan Literasi sebagai Senjata Utama di Era Global
Di tengah derasnya arus informasi digital yang seringkali dangkal, Kota Banjarmasin mengambil langkah berani.
Bukan dengan menutup diri dari teknologi, melainkan dengan memperkokoh pondasi intelektual masyarakatnya melalui penguatan budaya baca.
Inisiatif ini dipandang sebagai investasi jangka panjang yang paling krusial untuk melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak hanya kompetitif secara lokal, tetapi juga unggul di panggung global.
Wali Kota Banjarmasin H Muhamnad Yamin HR menegaskan komitmen Pemerintah Kota Banjarmasin untuk terus memperkuat gerakan literasi di seluruh lapisan masyarakat, terutama di tengah tantangan era globalisasi saat ini.
“Kita harus bisa menciptakan sumber daya manusia yang unggul, yang juga tentunya berdaya saing, apalagi sekarang ini di masa era globalisasi. Karena itu literasi di Kota Banjarmasin ini harus lebih diperkuat lagi,” katanya.
Dia menyebut peran Bunda Literasi di tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan sangat penting sebagai motor penggerak.
Dia meminta agar budaya membaca terus disosialisasikan dan digencarkan secara masif ke masyarakat.
“Tentu ini harus melibatkan Bunda Literasi Kota, Kecamatan, dan Kelurahan. Kita ingin budaya membaca ini selalu disosialisasikan, digencarkan, agar kita bisa menciptakan SDM yang berdaya saing,” ujarnya.
Literasi Sebagai Fondasi Berpikir Kritis
Budaya baca di Banjarmasin kini diarahkan untuk melampaui sekadar mengeja kata. Fokus utamanya adalah membangun kemampuan analisis dan berpikir kritis. Dengan membaca, individu diajak untuk memahami konteks, menyaring disinformasi, dan memperluas cakrawala berpikir. Di era globalisasi 2026, kemampuan untuk memproses informasi secara mendalam adalah pembeda utama antara pekerja biasa dan inovator handal.