“Yang paling penting adalah menjaga kesehatan, karena puncaknya nanti di Arafah. Selain itu, mental juga harus kuat dan sabar, karena jutaan orang dari seluruh dunia berkumpul di sana dengan cuaca yang panas,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan para jemaah untuk mengikuti seluruh rangkaian pembinaan dan program dari Kementerian Agama, baik di tingkat kota maupun provinsi, agar perjalanan ibadah berjalan lancar hingga kembali ke tanah air. Menutup sambutannya, Wali Kota meminta para jemaah untuk turut mendoakan Kota Pontianak agar senantiasa diberikan keberkahan, kedamaian, dan kemajuan.
“Jangan lupa doakan Kota Pontianak juga. Mudah-mudahan seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran, dan pulang menjadi haji yang mabrur,” tutupnya.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Perwakilan Kota Pontianak Muslimin menjelaskan jumlah jemaah tahun ini memang meningkat dari tahun sebelumnya. Kuota jemaah tersebut telah dibagi untuk masing-masing kabupaten kota sejak awal penetapan.
“Biasa kami kendala paspor jemaah, tapi tahun ini tidak ada kendala hingga tenggat waktunya,” pungkasnya.