Catatan Dahlan Iskan

Harga Diri

Share
Harga Diri
Share

Di acara menjelang wisuda UT kemarin itu saya ingat yang terjadi di Batu. Terutama presentasi Ira –mantan direktur utama ASDP yang mendapat rehabilitasi oleh Presiden Prabowo Subianto sehingga terbebas dari kriminalisasi.

Hari itu Ira memaparkan hasil penelitiannyi tentang perempuan Indonesia.

Kata Ira: perempuan Indonesia itu selalu memberi nilai-diri lebih rendah dari pada kemampuan sebenarnya yang mereka miliki.

Misalnya: Seorang perempuan ditanya “berapa nilai kemampuan Anda? Skala 1 sampai 10 di level berapa?”

Maka, kata Ira, perempuan Indonesia akan mengatakan kemampuan mereka di level tujuh. Padahal dalam kenyataannya kemampuan mereka di level delapan. Sebaliknya laki-laki. “Ngakunya punya kemampuan 9 tapi setelah bekerja di lapangan ternyata hanya mampu 7,” katanyi.

Ira sendiri sudah membuktikan bisa berkarir di perusahaan Amerika sampai ke tingkat pimpinan Asia-Pasifik. Lalu ketika menjabat dirut ASDP bisa membuat perusahaan angkutan ferry milik BUMN itu menjadi yang terbaik dalam sejarahnya. Baru sekali itu ASDP –yang sangat laki-laki– dipimpin seorang dirut perempuan.

Saya setuju dengan hasil penelitian Ira itu. Maka saya pun ingin menjadikan pendapat Ira tersebut sebagai topik utama peringatan Hari Kartini tahun ini: wanita Indonesia tidak boleh lagi ”menjatuhkan harga diri” lebih rendah dari harga pasar.

Saya pun minta kepada wisudawan lima i di UT tadi untuk mengubah cara berpikir. Saat itu juga. Saya juga minta padanyi segera menetapkan siapa rekan kerjanyi yang harus dikalahkannyi.

“Jangan langsung pilih pesaing dari level juara. Pilih dulu mereka yang di urutan terbaik kelima. Kalau sudah berhasil baru memilih pesaing yang baru dari level tiga terbaik. Dan seterusnya”.

“Bisa?” tanya saya kepadanyi.

“Bisa!” jawabnyi, mantap.

Dia wanita hebat. Saya ingin bisa bertemu dia lagi dua tahun mendatang. Tapi saya lupa namanyi. Juga tidak minta nomor kontaknyi.

Saya sendiri mempraktikkan prinsip itu di dunia nyata. Di forum di Batu itu misalnya, saya lihat ada wanita di deretan kursi depan. Muda. Cantik. Lima i. Wajahnyi menggambarkan sebagai wanita yang percaya diri. Namanyi: Ridha Heli Suyanto. Dia istri wakil wali kota Batu yang juga ketua Perwosi Kota Batu.

Share
Related Articles
Yossi Cohen
Catatan Dahlan Iskan

Yossi Cohen

Oleh: Dahlan Iskan Intel bisa salah. Pun ”jendralnya” intel: Yossi Cohen. Korbannya...

Tulung Agung
Catatan Dahlan Iskan

Tulung Agung

Oleh: Dahlan Iskan Ia jadi bupati karena bupati sebelumnya ditangkap KPK. Kini...

Catatan Dahlan Iskan

Bertahan Menyerang

Oleh: Dahlan Iskan Ayolah ramai-ramai memuji Presiden Donald Trump –saya tidak keberatan...

Catatan Dahlan Iskan

Cari Muka

Oleh: Dahlan Iskan "Papa saya masih aktif mengajar," ujar Ina Silas. Saya...