IKNPOS.ID – Kenaikan Harga bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi berpengaruh terhadap Harga kebutuhan bahan pokok di beberapa wilayah termasuk di sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan.
“Kenaikan BBM non Subsidi berdampak pada biaya distribusi logistik atau bahan kebutuhan pokok di Tanah Bumbu, Sehingga para pedagang juga menaikkan jualannya yang berdampak pada konsumen” kata Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif di Wakili Plt Kadis Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (Kumdagri), Eryanto Rais, di Batulicin Sabtu.
Namun Eryanto mengatakan, kenaikan BBM non subsidi dampaknya masih terbatas dan tidak begitu signifikan ke bahan kebutuhan pokok dibanding dengan kenaikan BBM Subsidi.
Jika dilihat grafik perkembangan harga pada pekan terakhir pada April ada beberapa harga bahan pokok yang mengalami kenaikan yakni gula pasir dan bawang merah.
Diperkirakan, naiknya harga gula pasir juga dipengaruhi mahalnya harga plastik dan harga gula internasional yang semakin naik, sedangkan naiknya harga bawang merah juga dipicu oleh kurangnya pasokan dari luar daerah ke pasar Tanah Bumbu.
Awalnya Harga gula pasir mencapai Rp18.800/kg kini menjadi Rp19.900, cabai merah besar awalnya Rp70.300/kg kini menjadi Rp80.000/kg, cabai rawit lokal Rp75.00/kg menjadi Rp90.000/kg. Bawang merah awalnya Rp44.000/kg kini menjadi Rp45.000/kg.
“Peran pemerintah daerah dalam menekan inflasi tentunya secara berkala melakukan sidak ke gudang/distributor agar tidak melakukan penimbunan barang kebutuhan pokok,” katanya.
Tim juga melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di pasar rakyat guna mengetahui gejolak dan stabilitas harga di pasar, selain itu pemerintah daerah juga secara berkala melaksanakan kegiatan yang secara langsung bisa menekan harga, seperti pasar murah.
Baca juga: Dispersip Tanah Bumbu perkuat kolaborasi literasi bersama Rumah Pena BerAksi
Menjelang Hari Raya Idul Adha Diskumdagri telah melaksanakan pasar murah di 49 titik, serta mengawasi pendistribusian bahan kebutuhan pokok secara berkala untuk kelancaran pasokan bahan kebutuhan pokok di daerah.