IKNPOS.ID – Permintaan maaf Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, terkait polemik pernyataannya dan isu kekeluargaan dalam pemerintahan justru menuai kritik pedas dari internal partai pendukung.
Akhmed Reza Fachlevi, selaku Kader dan juga Anggota DPRD Kaltim dari Partai berlambang Garuda (Gerindra) menilai bahwa permohonan maaf yang disampaikan sosok Gubernur berjambang tersebut masih belum menuntaskan akar persoalan.
Ia menganggap langkah Gubernur itu hanya sebatas peredam suasana dan peredam emosi publik tanpa jawaban atas kritik substansial yang mendasari.
Terutama terkait absennya pernyataan pencabutan atas ucapan kontroversial sebelumnya yang membandingkan keluarganya dengan keluarga Presiden Prabowo Subianto.
“Kita mengapresiasi apa yang sudah disampaikan kepada masyarakat. Namun, saya melihat pernyataan maaf beliau saya rasa masih sebatas penenang,” ujar Reza saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (27/4/2026).
Reza menegaskan bahwa menyamakan posisi Hijrah dengan Hashim tidaklah tepat. Menurutnya, Hashim Sujono Djojohadikusumo adalah seorang profesional murni yang bergerak di luar struktur pemerintahan, berbeda dengan posisi TAGUPP yang merupakan tim pembantu gubernur di dalam instansi pemerintahan daerah.
“Ini berbeda sebenarnya. Pak Hashim di luar struktur pemerintahan, sedangkan Ibu Hijrah adalah salah satu tim ahli daripada gubernur. Beliau (Hashim) tidak pernah membawa nama besar keluarga presiden untuk memonopoli pemerintahan. Beda dengan kondisi yang ada di Kalimantan Timur,” tegas Reza.
Menanggapi keputusan terbaru Rudy Mas’ud yang berjanji meniadakan keterlibatan keluarga dalam posisi strategis mulai 28 April 2026, Reza meminta gubernur untuk melakukan introspeksi diri atau bermuhasabah.
Hal ini penting agar kebijakan yang memicu kegaduhan publik tidak terulang kembali di masa depan. “Gubernur harus bermuhasabah diri. Apa pun yang dilakukan dia ya kembali ke dia sendiri, jangan berulang,” pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur Rudy Mas’ud telah mengumumkan kebijakan tegas untuk mencabut keterlibatan keluarganya dari struktur strategis Pemprov Kaltim, termasuk posisi Wakil Ketua TAGUPP.