Catatan Dahlan Iskan

Cari Muka

Share
Share

Sebenarnya saya ingin ke rumahnya. Tapi saya sedang di kota lain. Padahal perbaikan tulisan harus segera dilakukan. “Kalau lewat telepon mungkin sulit. Pendengaran papa sudah menurun,” ujar Ina.

Tentu saya masih ingat mengapa Prof Johan Silas mendapat Agha Khan Award: ia pencetus KIP –Kampung Improvement Program. Terkenal di Surabaya pada zamannya. Sampai mendapat bantuan Bank Dunia. Selama lebih 10 tahun. Itu mirip dengan proyek M.H.Thamrin di zaman Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.

Dua rumah susun pertama di Surabaya adalah karyanya. Yakni rumah susun yang mengakomodasikan sistem kehidupan orang kampung. Koridor antar petak rumah dibuat lebar: 3 meter. Itu mirip kehidupan di gang kampung asal di situ. Kalau malam penghuni rumah susun duduk-duduk cangkruan di koridor yang lebar itu. Rumah mereka hanya 3 x 6 meter tapi koridor depan rumah itu lapang.

Lalu di setiap lantainya disediakan kamar mandi dan toilet bersama.

Kini gaya rumah susun seperti itu tidak ada lagi. Tidak diteruskan. “Rumah susun sekarang menggunakan standar Kementerian Pekerjaan Umum,” ujar Dr Ir Nita yang sejak dulu tergabung di tim Kampung Kita yang didirikan Prof Johan Silas.

Saya sendiri heran: mengapa mengira Prof Johan Silas sudah almarhum. Berarti begitu lama kami tidak bertemu. Mungkin juga karena Kresnayana Yahya sudah meninggal. Keduanya tokoh ITS yang jadi media darling: yang satu di bidang urban planning, satunya bidang statistik.

Di ITS sendiri Prof Johan Silas dikenal sebagai salah satu pendiri jurusan arsitektur.

Menganggap Prof Johan sudah almarhum jelas itu bukan ”balas dendam”: sudah tiga kali saya dikabarkan meninggal. Dan saya tidak peduli.

Prof Johan Silas pun sama: masih segar bugar. Sejak dulu badannya langsing. Ceking. Tinggi. Berkaca mata. Dahinya lebar. Lima anaknya semua alumnus Eropa –empat di Prancis, satu alumnus Jerman. Kini dua anaknya tinggal di Prancis.

Ada saja jalan untuk kembali menjalin tali silaturahmi. Dalam hal saya dengan Prof Johan Silas jalannya lewat Islamabad. Lewat depan hotelnya Agha Khan.

Share
Related Articles
Jalan Baru
Catatan Dahlan Iskan

Jalan Baru

Oleh: Dahlan Iskan Di Amerika sendiri banyak yang berdoa agar perundingan Amerika-Iran...

Catatan Dahlan Iskan

Hotel Syiah

Oleh: Dahlan Iskan Jangan kaget: hotel mewah bintang lima yang dipakai tempat...

WFH Sarengat
Catatan Dahlan Iskan

WFH Sarengat

Oleh: Dahlan Iskan Rasanya Anda sudah dapat kiriman humor tentang atasan yang...

Kejiwaan Iran
Catatan Dahlan Iskan

Kejiwaan Iran

Oleh: Dahlan Iskan Presiden Trump tidak marah ketika ahli psikologi mengatakan kejiwaanya...