Home Borneo Buntut Gaduh di Medsos, Pemprov Kaltim Resmi Batalkan Rencana Uang Transport Ormas
Borneo

Buntut Gaduh di Medsos, Pemprov Kaltim Resmi Batalkan Rencana Uang Transport Ormas

Share
Pembatalan uang transport ormas Kaltim
Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Samarinda tempat koordinasi organisasi kemasyarakatan.Foto:IST
Share

IKNPOS.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) akhirnya mengambil langkah tegas terkait polemik pemberian uang transport bagi organisasi kemasyarakatan (ormas). Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim, pemerintah memastikan rencana tersebut resmi dibatalkan dan tidak akan direalisasikan.

Keputusan ini muncul setelah publik sempat menyoroti beredarnya informasi terkait alokasi dana transportasi bagi perwakilan ormas. Kabar tersebut memicu perbincangan hangat di media sosial lantaran muncul berdekatan dengan jadwal rencana aksi demonstrasi yang akan berlangsung di depan Kantor Gubernur.

Inisiatif Pribadi Tanpa Koordinasi

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kesbangpol Kaltim, Arih Frananta Filifus Sembiring, memberikan klarifikasi bahwa munculnya angka Rp105 ribu per orang tersebut merupakan inisiatif pribadinya. Ia mengakui langkah tersebut belum melewati tahap pembahasan internal maupun koordinasi dengan pimpinan daerah.

“Pembagian amplop itu kesalahan saya. Sudah saya sampaikan ke gubernur dan saya minta maaf. Ini murni pemikiran saya, tidak ada campur tangan dari pimpinan,” ujar Sembiring kepada awak media pada Senin, 13 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa dirinya masih dalam tahap penyesuaian tugas di Kesbangpol sehingga kurang memahami mekanisme birokrasi terkait penyaluran dana tersebut. Sembiring merasa bertanggung jawab karena usulan itu sudah terlanjur tersebar ke masyarakat luas sebelum mendapatkan persetujuan resmi.

Duduk Perkara dan Total Anggaran

Awalnya, rencana pemberian uang transport ini tercantum dalam draf agenda silaturahmi dan coffee morning yang mengundang sekitar 400 perwakilan ormas. Jika terealisasi, total anggaran yang harus dikeluarkan pemerintah mencapai Rp42 juta.

Sembiring beralasan, niat awalnya hanyalah ingin meringankan beban operasional peserta yang datang dari berbagai pelosok daerah di Kalimantan Timur. Namun, ia menyadari bahwa prosedur yang ditempuh salah karena mendahului persetujuan pimpinan.

“Saya hanya ingin bagaimana silaturahmi ini tidak memberatkan teman-teman yang datang dari jauh. Tapi memang belum bisa diwujudkan dan akan menjadi evaluasi ke depan,” tambahnya.

Tidak Terkait Aksi Demonstrasi

Pihak Kesbangpol juga menepis spekulasi yang mengaitkan pemberian uang ini dengan rencana aksi demonstrasi pada 21 April 2026 mendatang. Pemerintah menegaskan bahwa agenda silaturahmi tersebut murni untuk membuka ruang komunikasi, bukan untuk meredam aspirasi masyarakat.

Share
Related Articles
Borneo

Polisi dan Warga Kompak Bersihkan Drainase di Sungai Parit, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan

personel Polsek Penajam bersama masyarakat turun langsung melakukan kerja bakti memperbaiki drainase...

Borneo

Propam Polda Kaltim Gelar Gaktibplin, Tekankan Disiplin dan Profesionalisme Personel Polres PPU

Komitmen menjaga marwah institusi terus diperkuat.

WFH ASN Kota Samarinda
Borneo

Samarinda Terapkan WFH ASN Tiap Jumat, Wali Kota Andi Harun Siapkan Dashboard Pengawas Real Time

IKNPOS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melakukan terobosan baru dalam tata kelola...

Borneo

Petani Wajib Lapor Panen, Strategi Baru PPU Jaga Harga Gabah Tetap Stabil

Pemkab PPU menerapkan kebijakan baru dengan mewajibkan petani melaporkan rencana panen padi...