Guna mencapai target tersebut, pemerintah akan memperkuat sinergi dengan berbagai sektor pariwisata dan perhotelan agar menjadikan swalayan ini sebagai destinasi belanja wajib bagi setiap tamu yang datang ke Sampit.
Pengelola baru diminta bergerak cepat menghidupkan kembali aktivitas swalayan milik pemerintah daerah itu agar mampu menarik pengunjung dan meningkatkan transaksi.
Swalayan yang berada di Jalan Yos Sudarso tersebut diharapkan dapat dikembangkan menyerupai ritel modern, namun tetap mengutamakan produk-produk lokal, mulai dari makanan, minuman hingga kerajinan khas daerah.
Selain sebagai pusat promosi dan distribusi produk UMKM, keberadaan swalayan ini juga diproyeksikan menjadi sumber PAD. Pasalnya sejak diresmikan pada Februari 2025, belum ada kontribusi retribusi yang masuk ke kas daerah.
Selain itu, digitalisasi sistem pembayaran dan pembaruan kemasan produk terus digenjot agar standar kualitas tetap terjaga. Dengan komitmen yang kuat, Swalayan UMKM Sampit diproyeksikan akan menjadi contoh sukses bagaimana pemerintah daerah mengelola potensi lokal menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan pada tahun 2026.