Kemudian zona tengah berkembang sektor pertanian berbasis food estate, perkebunan, pertambangan seperti bauksit dan emas, perikanan air tawar, industri kreatif, serta pengolahan hasil hutan maupun kebudayaan.
Selanjutnya zona timur memiliki potensi unggulan di sektor pertambangan seperti batu bara, emas dan mineral strategis, hasil hutan dan pengembangan perkebunan, hortikultura dan perikanan air tawar.
Selain itu, pemprov juga mengembangkan beberapa demplot terpadu di sektor pertanian, perikanan dan peternakan yang tersebar di tiga wilayah Kalimantan Tengah.
Program ini diarahkan sebagai model pengembangan ekonomi berbasis kawasan terintegrasi, guna meningkatkan produktivitas, efisiensi serta mendorong kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat.
“Dalam melaksanakan berbagai program prioritas itu, kami juga senantiasa memastikan keselarasan dengan arah kebijakan nasional, khususnya mengacu pada Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto sebagai landasan mewujudkan pembangunan yang berdaulat, mandiri, dan berkelanjutan,” tegas gubernur.
Zona-zona tersebut dirancang untuk mengintegrasikan infrastruktur pendukung dengan komoditas unggulan masing-masing daerah. Langkah ini diharapkan mampu menarik minat investor lebih besar karena adanya kepastian tata ruang dan fokus pengembangan yang jelas.
Kini, Kalimantan Tengah bersiap bertransformasi dari sekadar pemilik sumber daya menjadi pengelola ekonomi yang modern dan terintegrasi.