Home News Petani di Serambi IKN Diminta Tidak Membiarkan Lahan Pertanian Menganggur
News

Petani di Serambi IKN Diminta Tidak Membiarkan Lahan Pertanian Menganggur

Share
Share

IKNPOS.ID – Petani di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) diimbau untuk tidak membiarkan lahan sawah terbengkalai. Pemanfaatan lahan secara maksimal dinilai penting untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Pengembangan sektor pertanian sangat penting,” ujar Bupati PPU, Mudyat Noor ketika ditanya mengenai ketahanan pangan di Penajam, Senin, 9 Maret 2026, dikutip Antara.

“Petani diminta untuk tidak membiarkan lahan pertanian tanaman padi ada yang menganggur,” tambahnya.

Ia menjelaskan, sektor pertanian perlu menjadi salah satu prioritas pembangunan di wilayah Serambi Ibu Kota Nusantara (IKN), karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat.

Pemanfaatan lahan pertanian secara optimal diyakini mampu meningkatkan produksi pangan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kabupaten PPU.

Selain itu, keberadaan IKN di sebagian wilayah Kalimantan Timur juga membuka potensi pasar yang besar bagi produk pertanian dari wilayah sekitar.

Dengan meningkatnya kebutuhan pangan di kawasan IKN, daerah-daerah di sekitarnya berpeluang menjadi penopang pasokan pangan bagi ibu kota negara yang baru tersebut.

Saat ini luas lahan sawah produktif di Kabupaten Penajam Paser Utara mencapai 14.070 hektare. Dalam satu tahun, petani umumnya melakukan panen padi dua kali dengan total produksi rata-rata sekitar 50.000 ton gabah kering panen (GKP).

Pada tahun ini pemerintah juga menjalankan program optimalisasi lahan sawah seluas kurang lebih 5.436 hektare yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian.

“Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki potensi besar sebagai penyangga IKN,” katanya.

“Karena itu, para petani kembali diingatkan agar memanfaatkan seluruh lahan pertanian yang tersedia secara maksimal sehingga produksi pangan dapat terus meningkat,” lanjut Mudyat.

Share