Home News BI Optimistis Stabilitas Sistem Keuangan Nasional Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global
News

BI Optimistis Stabilitas Sistem Keuangan Nasional Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

Di tengah kondisi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian serta fragmentasi yang semakin kompleks, Bank Indonesia (BI) menyatakan optimisme terhadap stabilitas sistem keuangan Indonesia ke depan.

Share
Share

IKNPOS.ID – Di tengah kondisi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian serta fragmentasi yang semakin kompleks, Bank Indonesia (BI) menyatakan optimisme terhadap stabilitas sistem keuangan Indonesia ke depan.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa keyakinan tersebut didukung oleh fundamental sektor perbankan dan industri keuangan nasional yang tetap kuat, disertai kondisi likuiditas yang dinilai memadai.

“Ketahanan perbankan dan industri keuangan kita terjaga, likuiditas memadai, dan ruang penyaluran kredit terbuka untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi,” ujar Destry secara daring, Sabtu, 28 Februari 2026.

Ia menambahkan, kinerja positif tersebut turut ditopang pertumbuhan kredit yang menunjukkan tren baik. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit pada Desember 2025 mencapai 9,69 persen secara tahunan (year-on-year/y-o-y). Penyaluran kredit tersebut terutama mengalir ke sektor-sektor prioritas pemerintah dan ikut menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,11 persen (y-o-y) sepanjang 2025.

Selain itu, pada Januari 2026 nilai fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) perbankan tercatat sebesar Rp2.506,47 triliun atau sekitar 22,65 persen dari total plafon kredit yang tersedia. Angka ini dinilai masih memiliki ruang besar untuk dioptimalkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

“Peluang ekonomi Indonesia untuk tumbuh lebih tinggi sangatlah terbuka. Untuk itu, Bank Indonesia mengimbau perbankan untuk terus menyesuaikan special rate guna mendorong penurunan suku bunga kredit yang lebih cepat, sehingga intermediasi berjalan semakin kuat,” pungkas Destry.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antarotoritas dalam memperkuat kontribusi sektor keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai langkah konkret, BI memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang berbasis kinerja dan berorientasi ke depan (forward looking), guna menjaga kecukupan likuiditas sekaligus mempercepat penyaluran kredit ke sektor prioritas.

Share
Related Articles
Iran umumkan Ali Khamenei syahid
News

Pemerintah Iran Umumkan Ali Khamenei ‘Syahid’ Usai Kediamannya Luluh Lantak Dihantam 30 Bom

IKNPOS.ID – Pemerintah Republik Islam Iran akhirnya mengakhiri spekulasi global dengan mengonfirmasi...

News

Cak Imin: Kesehatan Mental Harus Jadi Agenda Strategis Nasional

Menko PM Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan, isu kesehatan mental perlu...

Jemaah Haji Indonesia
News

Saudi Perketat Aturan Umrah Ramadan, Kemenhaj Minta PPIU Patuh pada Paket Resmi

Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan imbauan khusus bagi jemaah umrah pada puncak Ramadan...

Guncangan di Washington: Indonesia Tinjau Ulang Impor Energi $15 Miliar  
News

Guncangan di Washington: Indonesia Tinjau Ulang Impor Energi $15 Miliar  

IKNPOS.ID - Langkah sigap diambil oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral...