“Ini bagian dari yang harus kita evaluasi secara menyeluruh, masalah pendataan, masalah laporan, termasuk kepedulian sosial kita,” ujar Pras.
Sebagaimana diketahui, seorang siswa SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, NTT, mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk sang ibu berinisial MGT (47).
Dalam surat yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, korban menuliskan pesan perpisahan yang menyayat hati:
“Surat buat Mama
Mama saya pergi dulu
Mama relakan saya pergi
Jangan menangis ya Mama
Tidak perlu Mama menangis dan mencari, atau mencari saya
Selamat tinggal Mama”.
Korban diketahui tinggal bersama neneknya. Sang ibu, yang merupakan orang tua tunggal, bekerja sebagai petani dan pekerja serabutan untuk menghidupi lima orang anak, termasuk korban yang meninggal dunia. *







