IKNPOS.ID – Pengurus Kelenteng Thien Ie Kong Samarinda, Kalimantan Timur, memutuskan menyesuaikan jadwal atraksi barongsai pada puncak perayaan Cap Go Meh 2026 menjadi siang hari. Keputusan ini diambil sebagai bentuk toleransi dan penghormatan kepada umat Muslim yang menjalankan ibadah malam di bulan suci Ramadhan.
“Kita sesama umat beragama harus saling menghormati. Kegiatan diatur agar tidak mengganggu umat yang menjalankan puasa,” ujar Hansen, pengurus kelenteng, di Samarinda, Senin.
Perayaan Imlek tahun ini memang berdekatan dengan awal Ramadhan yang diperkirakan dimulai 18 Februari 2026. Karena itu, pertunjukan barongsai yang biasanya digelar meriah pada malam hari dialihkan pelaksanaannya hingga menjelang waktu berbuka puasa atau Maghrib.
Pengurus kelenteng saat ini terus berkoordinasi dengan Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) guna memastikan teknis pelaksanaan tetap berjalan lancar dan khidmat meski jadwal berubah.
Penyesuaian waktu ini diharapkan tidak mengurangi semarak Cap Go Meh, sekaligus menjaga suasana kondusif antarumat beragama di Kota Samarinda.
Kelenteng Thien Ie Kong yang berdiri sejak 1905 dan kini berusia 121 tahun, tampil lebih semarak menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada 17 Februari 2026.
Bangunan ikonik di sudut Jalan Yos Sudarso itu telah menjalani pembersihan dan pengecatan ulang sejak 5 Januari 2026 demi kenyamanan ribuan pengunjung.
Hansen merinci, pembersihan 11 patung dewa-dewi beserta penggantian busana kebesaran telah rampung pada 25 Januari 2026. Interior kelenteng juga dipercantik dengan:
- Pohon sakura imitasi
- Sekitar 200 lampion (tenglong) yang terpasang rapi
- Ornamen khusus Shio Kuda Api di aula utama
Tahun Baru Imlek 2577 menandai dimulainya Tahun Shio Kuda Api yang melambangkan semangat dinamis, keberanian, dan pembaruan zaman.
Target 6.000 Pengunjung Selama Perayaan
Pengelola memperkirakan jumlah kunjungan umat dan wisatawan selama periode Imlek dan Cap Go Meh bisa mencapai 6.000 orang. Pengunjung diprediksi tidak hanya berasal dari Samarinda, tetapi juga dari Balikpapan dan sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur.