Sementara itu, agen AI Bixby kini difokuskan pada optimalisasi performa perangkat. Pengguna cukup menggunakan bahasa percakapan biasa untuk mengatur kinerja ponsel tanpa harus memahami istilah teknis.
Sebagai contoh, ketika perangkat terasa panas, pengguna dapat mengatakan, “HP saya tiba-tiba terasa panas, bisa perbaiki masalahnya?”. Sistem kemudian akan menelusuri penyebabnya dan mencoba menyelesaikan kendala tersebut secara otomatis.
Edit Foto Cukup dengan Perintah Teks
Galaxy S26 turut menghadirkan Creative Studio yang memungkinkan pengguna membuat visual seperti stiker, kartu ucapan, hingga undangan hanya dengan memasukkan teks deskripsi.
Fitur Photo Assist juga mendapat peningkatan melalui dukungan natural language editing. Pengguna kini bisa mengedit foto menggunakan perintah dalam bahasa sehari-hari, termasuk bahasa Indonesia.
Sebagai ilustrasi, jika pengguna memotret kue yang sudah termakan sebagian, cukup ketik perintah seperti, “buat kue ini menjadi utuh kembali,” maka sistem akan mengolah gambar tersebut sehingga kue tampak kembali utuh.
Dengan berbagai peningkatan ini, Galaxy S26 menegaskan fokus Samsung dalam menghadirkan pengalaman AI yang semakin personal dan intuitif bagi penggunanya. *







