IKNPOS.ID – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi mengumumkan hasil prakualifikasi untuk dua proyek hunian di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. Pengumuman yang dirilis pada 26 Februari 2026 ini menjadi penanda berlanjutnya tahapan pengadaan badan usaha pelaksana melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Langkah ini bukan sekadar proses administratif. Di baliknya, terdapat upaya memastikan kesiapan hunian bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri yang akan bertugas di ibu kota baru.
Dua Proyek Hunian Masuk Tahap Berikutnya
Dua proyek yang diumumkan hasil prakualifikasinya mencakup pembangunan hunian vertikal dan rumah tapak di wilayah WP 1A dan WP 1B KIPP IKN.
Proyek pertama adalah pembangunan delapan tower hunian vertikal untuk ASN, TNI, dan Polri di WP 1A. Berdasarkan Surat Pengumuman Nomor P17/OIKN/KPBU.IKN/2026 tertanggal 26 Februari 2026, PT Nindya Karya dinyatakan lulus prakualifikasi sebagai pemrakarsa sekaligus peserta pengadaan.
Proyek kedua adalah pembangunan 109 rumah tapak ASN di WP 1B KIPP IKN. Melalui Surat Pengumuman Nomor P18/OIKN/KPBU.IKN/2026 dengan tanggal yang sama, PT Intiland Development Tbk. dinyatakan memenuhi syarat prakualifikasi sebagai pemrakarsa sekaligus peserta pengadaan.
Pengumuman ini menegaskan bahwa kedua perusahaan tersebut berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya dalam proses pengadaan badan usaha pelaksana KPBU.
Skema KPBU Jadi Instrumen Percepatan
Skema KPBU dipilih sebagai instrumen pembiayaan dan pembangunan proyek hunian di IKN. Melalui pola ini, pemerintah menggandeng sektor swasta untuk membiayai, membangun, sekaligus mengelola proyek infrastruktur dalam jangka waktu tertentu sebelum diserahkan kembali kepada negara.
Pendekatan ini dinilai mampu mempercepat realisasi proyek tanpa sepenuhnya membebani anggaran negara. Selain itu, KPBU juga membuka ruang partisipasi investasi swasta dalam pembangunan ibu kota baru.
Tahapan prakualifikasi menjadi proses penting untuk memastikan badan usaha yang terlibat memiliki kapasitas finansial, teknis, dan pengalaman yang memadai. Dengan lolosnya dua perusahaan tersebut, proyek hunian ASN serta aparat pertahanan dan keamanan memasuki fase kompetisi dan evaluasi lanjutan.