Relevansi dengan Ilmu Pengetahuan Modern
Praktik pembangunan embung didukung oleh penelitian hidrologi dan teknik lingkungan, yang menunjukkan bahwa struktur penampung air skala kecil hingga menengah efektif dalam menangani fluktuasi pasokan air dan mengurangi risiko bencana.
Embung menjadi salah satu solusi adaptasi perubahan iklim yang murah namun efektif, karena mampu meningkatkan ketahanan air pada level lokal tanpa memerlukan infrastruktur besar seperti waduk.
Dengan pendekatan ini, pembangunan IKN tidak hanya memenuhi fungsi administratif dan ekonomi, tetapi juga memperhatikan ketahanan ekologis dan sosial.
Air yang disimpan di embung dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari irigasi kebun dan taman kota hingga penyediaan air untuk masyarakat setempat, sekaligus menjadi buffer alami menghadapi musim kering dan risiko kebakaran.
Kesimpulan
Embung yang diminta Presiden Prabowo untuk IKN adalah contoh nyata penerapan konservasi air dalam pembangunan perkotaan modern. Fungsinya tidak hanya sebagai penampung air, tetapi juga sebagai sarana mitigasi risiko kebakaran hutan, menjaga kelembaban lingkungan, dan mendukung ekosistem lokal.
Pendekatan ini menegaskan relevansi strategi konservasi tradisional dengan ilmu pengetahuan modern, khususnya dalam menghadapi perubahan iklim dan pembangunan kota baru yang berkelanjutan.






