Catatan Dahlan Iskan

HWW

Share
Share

Anda pun tidak menyangka usia RSUD Tulungagung sudah 108 tahun. Dua tahun lebih tua dari RSUP dr Cipto Mangunkusumo.

Supriyanto 10 tahun memimpin rumah sakit dr Iskak. Setelah berhenti ia tergoda untuk maju menjadi calon bupati. Pendukung formalnya sudah 400.000 lebih –melebihi 60 persen suara di sana.

Ia batal maju. Menkes mengangkatnya jadi dirut RSCM. Targetnya: RSCM bisa menjadi HWW dalam skala besar.

Tidak mudah. Yang ia hadapi adalah orang-orang pusat dengan nama-nama besar. Ia harus lebih bijaksana. Tidak bisa seperti di Tulungagung dulu: di tahun pertamanya saja sudah memberhentikan tiga orang dokter yang tidak sejalan.

Di awal memimpin Tulungagung ia membangun aplikasi. Awalnya dibuka tender. Tidak ada yang berminat. Aplikasinya rumit. Khas kedokteran. Kalau bukan dokter akan sulit menyusun algoritmanya.

Akhirnya ia ajak seorang alumnus ITS bekerja sama. Secara teknis anak itu yang mengerjakan. Secara konsep dr Supriyanto yang menyusun.

Seluruh warga Tulungagung bisa menggunakan aplikasi itu. Yang merasa punya keluhan tidak harus langsung datang ke rumah sakit.

Mereka bisa buka aplikasi. Jenis-jenis tanda sakit ada di aplikasi itu.

Misalkan Anda tiba-tiba mengeluh nyeri. Lalu Anda masuk ke aplikasi dari rumah Anda. Klik: nyeri. Setelah itu muncul pilihan. Di bagian mana nyerinya. Katakanlah di dada. Klik. Muncul pilihan: dada kiri atau kanan. Misalnya Anda klik ”kanan”. Berarti itu pasti bukan sakit jantung. Maka muncul pilihan: apakah nyerinya sampai lengan. Klik. Dan seterusnya.

Dari berbagai pertanyaan itu bisa disimpulkan dugaan sakit apa. Lalu obatnya apa. Perlu ke rumah sakit atau tidak.

Di IGD rumah sakit itu sendiri ada tiga petugas yang menunggui aplikasi itu. Yang utama: seorang perawat terlatih. Lalu perawat lain yang mengecek lebih teliti. Orang ketiganya adalah dokter.

Pada ujung aplikasi, perawat terlatih menyimpulkan dugaan sakit apa. Lalu si PT bertanya: di rumah punya obat apa. Kalau obat itu cocok dengan keluhannya maka diminta minum obat tersebut. Tidak perlu beli obat. Tidak perlu datang ke rumah sakit.

Share
Related Articles
Oleh: Dahlan Iskan
Catatan Dahlan Iskan

Fisika Arco

Oleh: Dahlan Iskan Saya tertegun ketika tiba di depan dinding yang memajang...

Da Yunhe
Catatan Dahlan Iskan

Da Yunhe

Oleh: Dahlan Iskan Pertama, karena saya tidak menyangka kota kecil ini melahirkan...

Jalan Makmur
Catatan Dahlan Iskan

Jalan Makmur

Oleh: Dahlan Iskan Kalau saja kemakmuran bisa menular, maka yang punya potensi...

Halo Wani
Catatan Dahlan Iskan

Halo Wani

Oleh: Dahlan Iskan Tidak mudah menjadikan Halo BCA juara dunia Contact Center...