Home News FLORENCIA LOLITA WIBISONO, Pramugari Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak di Maros, IG-nya Banjir Air Mata: Olena Bales WA Gw Beb…
News

FLORENCIA LOLITA WIBISONO, Pramugari Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak di Maros, IG-nya Banjir Air Mata: Olena Bales WA Gw Beb…

Share
FLORENCIA LOLITA WIBISONO, Pramugari Pesawat ATR 42-500 yang Hilang, IG-nya Banjir Air Mata
FLORENCIA LOLITA WIBISONO, Pramugari Pesawat ATR 42-500 yang Hilang, IG-nya Banjir Air Mata--IG-olen.flw
Share

Hingga berita ini diturunkan, harapan akan adanya mukjizat masih terus didengungkan oleh pihak keluarga dan kerabat dekat.

Operasi pencarian yang melibatkan TNI, Polri dan Basarnas terus bergerak menuju titik koordinat yang dicurigai sebagai lokasi jatuhnya pesawat.

Serpihan ATR 42-500 Ditemukan di Gunung Bulusaraung

Tanda-tanda keberadaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) mulai terkuak. Sebuah laporan datang dari sekelompok pendaki di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawes Selatan.

Merea tidak sengaja menemukan ceceran material yang diduga kuat merupakan bagian dari pesawat nahas tersebut.

Dalam sebuah rekaman video yang viral di media sosial, terlihat jelas puing-puing logam yang hancur di area pegunungan yang terjal.

Salah satu bukti autentik yang terekam adalah potongan kain dan material yang merupakan logo resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Penemuan ini memperkuat indikasi pesawat sewaan pemantau maritim tersebut mengalami kecelakaan di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Kesaksian dari seorang pendaki yang berada di sekitar lokasi kejadian menyebut sempat melihat pesawat terbang dengan kondisi oleng sebelum akhirnya hilang di balik rimbunnya hutan lereng Bulusaraung.

Suara dentuman keras juga dilaporkan sempat terdengar oleh warga sekitar. Ini menjadi petunjuk krusial bagi tim penyelamat untuk mempersempit area pencarian.

Meskipun bukti visual dari pendaki gunung sudah tersebar luas, pihak otoritas penerbangan dan Basarnas masih terus bekerja untuk memastikan validitas lokasi tersebut sebagai titik jatuh utama (crash site).

Menanggapi video penemuan puing oleh pendaki tersebut, Basarnas Makassar bersikap hati-hati. Namun tetap bergerak cepat.

Hingga saat ini, proses verifikasi lapangan tengah dilakukan secara intensif untuk memastikan apakah serpihan tersebut memang berasal dari ATR 42-500 registrasi PK-THT yang hilang pada Sabtu, 16 Januari 2025 siang.

“Kami telah menerima laporan mengenai video temuan serpihan di Gunung Bulusaraung. Saat ini, tim gabungan sedang melakukan upaya pencapaian lokasi untuk memverifikasi temuan tersebut sekaligus memulai proses evakuasi jika benar itu adalah titik jatuhnya pesawat,” ujar Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan.

Share