IKNPOS.ID – Bencana banjir yang melanda Kalimantan Selatan sejak akhir Desember 2025 hingga pertengahan Januari 2026 membawa dampak serius bagi dunia pendidikan. Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kalsel mencatat sedikitnya 206 madrasah di 11 kabupaten/kota terdampak luapan air.
Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, H. Muhammad Tambrin, mengungkapkan bahwa tingkat dampak banjir di ratusan madrasah tersebut bervariasi. Ada yang hanya tergenang di area halaman, namun tidak sedikit pula yang airnya masuk hingga ke ruang kelas, sehingga mengganggu aktivitas belajar mengajar.
“Sejak banjir terjadi, banyak madrasah yang terpaksa menyesuaikan proses pembelajaran karena kondisi lingkungan yang belum memungkinkan,” ujar Tambrin di Banjarmasin, Kamis (15/1/2026).
Sekolah dan Tempat Ibadah Ikut Terendam
Tak hanya lembaga pendidikan, sejumlah rumah ibadah di berbagai wilayah juga ikut terdampak banjir. Adapun daerah yang paling terdampak meliputi Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Tapin, Tabalong, serta Kota Banjarmasin.
Kondisi ini menambah tantangan bagi masyarakat yang masih berupaya bangkit di tengah genangan yang belum sepenuhnya surut.
Tambrin menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kemenag di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang dinilainya sigap merespons bencana. Sejak awal banjir, Kemenag Kalsel telah melakukan penggalangan donasi dan menyalurkan bantuan ke madrasah serta satuan kerja yang terdampak.
“Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara melalui Kementerian Agama dalam membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Tambrin mengajak seluruh jajaran Kemenag di Kalimantan Selatan untuk terus memperkuat semangat kebersamaan, solidaritas, dan gotong royong, yang dinilainya menjadi kunci dalam penanganan bencana.
“Bencana seperti ini membutuhkan kepedulian bersama. Bantuan yang kita salurkan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya peran aktif Kemenag tidak hanya dalam pelayanan keagamaan dan pendidikan, tetapi juga dalam kepedulian sosial, khususnya pada masa darurat bencana.







