Catatan Dahlan Iskan

Kembar Resmi

Share
Share

RESMI sudah: ada dua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Kubu Kramat Raya dan kubu Hotel Sultan.

Setelah Selasa malam KH Zulfa Mustofa ditetapkan sebagai penjabat ketua umum (tanfidziyah) PBNU, Kamis siang ketua umum tanfidziyah yang menolak diberhentikan, KH Yahya Cholil Staquf, mengadakan sidang pleno PBNU –seolah tidak terjadi apa-apa pada dirinya.

Di saat kubu Kramat Raya bersidang pleno, kubu Sultan melakukan kunjungan kerja pertama sebagai penjabat ketua umum PBNU. Kiai Zuhal ke Banten –tempat kelahirannya. Seluruh pengurus wilayah NU Banten menyambutnya.

Kubu Kramat Raya bersidang untuk membahas –saya tidak tahu. Saya hanya melihat spanduk yang dipasang di belakang meja pimpinan sidang: Rapat Koordinasi Penanganan Kebencanaan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Tapi di surat undangan yang saya baca, acara kebencanaan itu ditempatkan di urutan tiga. Yang pertama membahas evaluasi program. Acara kedua: konsolidasi organisasi.

Kelihatannya yang kedua itu yang terpenting. Hanya saja perlu dibungkus acara ketiga agar tidak kelihatan reaksioner atas kondisi aktual di PBNU.

Awalnya saya mengira rapat pleno kubu Kramat Raya itu tidak akan jadi dilaksanakan. Misalnya, karena kantor PBNU sudah diduduki penjabat ketua umum. Atau sengaja dibatalkan agar suhu yang panas di bumi NU bisa agak reda.

Tepat pukul 13.00 saya hubungi sahabat Disway di sana. Ternyata PBNU Kramat Raya cukup ramai. Peserta rapat sudah banyak yang datang.

Gus Yahya memimpin rapat itu didampingi katib aam (sekretaris umum Syuriah) PBNU Kiai Said Asrori.

Kelihatannya dukungan ke kedua kubu sama-sama besar. Ini memperkuat kesimpulan di atas: resmilah terjadi dualisme PBNU.

Ini tidak baru di NU. Sudah beberapa kali pecah. Hanya saja di masa-masa nan silam, pecahan NU selalu tidak dapat angin. Lalu padam dengan sendirinya. Mirip yang terjadi di PDI-Perjuangan: yang memisahkan diri tidak ada yang jadi.

Tapi yang terjadi di PBNU kali ini beda. Ini seperti belah semangka: sama hijaunya, kulitnya. Bukan seperti belah durian.

Share
Related Articles
Sejak ditemukan istilah "new normal". Termasuk korupsi. Sudah dianggap new normal. Pun kriminalisasi. Bukan lagi tindakan abnormal
Catatan Dahlan Iskan

Orang Kuat

Catatan Dahlan Iskan

Buku Kriminalisasi
Catatan Dahlan Iskan

Buku Kriminalisasi

Oleh: Dahlan Iskan Soft launching buku Buku Kriminalisasi Kebijakan di Universitas Paramadina...

Guru Bimbel
Catatan Dahlan Iskan

Guru Bimbel

Oleh: Dahlan Iskan Sebenarnya ini tumben: Presiden Donald Trump mau hadir di...

Helm untuk anak balita. Ketika tulang tempurung si anak masih lunak. Helm itu bisa membantu menormalkan bentuk tulang tengkorak.
Catatan Dahlan Iskan

Helm Anak

catatan dahlan iskan