Catatan Dahlan Iskan

Batu Danantara

Share
Share

Maka, saran saya, Danantara segera membuat usulan: mana saja perusahaan yang harus dibubarkan. Mintakan ke presiden untuk membubarkan mereka. Agar Danantara tidak disibukkan oleh pekerjaan yang sama sekali tidak menghasilkan.

Demikian pula soal aset. BUMN memiliki aset terlalu besar –dan aset itu nganggur. Sebenarnya inilah yang menyebabkan return to asset BUMN itu rendah.

Baiknya semua aset nganggur dilepaskan dari masing-masing perusahaan. Aset itu disatukan di satu bank aset. Langsung di bawah Danantara. Dengan demikian return to asset perusahaan BUMN bisa lebih baik.

Tahap berikutnya kelak semua aset dipindahkan ke Danantara. Perusahaan BUMN sewa aset itu ke Danantara. Begitulah praktik di konglomerasi swasta.

Memang wewenang Danantara kini sangat sentral. Tapi tetap saja yang dikelola adalah aset negara. Menurut UU yang sudah direvisi pejabat Danantara tetap dianggap pejabat negara. Uang Danantara tetaplah uang negara. Bukan uang perusahaan.

Soal ”pejabat negara” dan ”uang negara” inilah dua batu besar yang harus ditabrak Danantara. Batunya yang pecah atau kepalanya yang pecah.(Dahlan Iskan)

Share
Related Articles
Buku Kriminalisasi
Catatan Dahlan Iskan

Buku Kriminalisasi

Oleh: Dahlan Iskan Soft launching buku Buku Kriminalisasi Kebijakan di Universitas Paramadina...

Guru Bimbel
Catatan Dahlan Iskan

Guru Bimbel

Oleh: Dahlan Iskan Sebenarnya ini tumben: Presiden Donald Trump mau hadir di...

Helm untuk anak balita. Ketika tulang tempurung si anak masih lunak. Helm itu bisa membantu menormalkan bentuk tulang tengkorak.
Catatan Dahlan Iskan

Helm Anak

catatan dahlan iskan

Oleh: Dahlan Iskan
Catatan Dahlan Iskan

Fisika Arco

Oleh: Dahlan Iskan Saya tertegun ketika tiba di depan dinding yang memajang...