Home Bisik Disway TBC Bunuh 14 Orang Per Jam di Indonesia
Bisik Disway

TBC Bunuh 14 Orang Per Jam di Indonesia

Share
Share

Setelah ditemukan, pasien harus segera dapat obat. Gratis. Dan terjamin ketersediaannya.

Dengan pendekatan ramah pasien: terdapat pengawasan lewat video agar kepatuhan tinggi, ada dukungan nutrisi dan psikososial agar pengobatan tuntas.

“Penyediaan dukungan nutrisi dan psikososial untuk pasien agar mereka mampu menuntaskan terapi yang panjang,” lanjut Ngabila.

Pencegahan, lanjutnya, juga tak kalah penting. Vaksinasi Bacillus Calmette-Guérin (BCG) pada bayi tetap diperkuat. Sembari menunggu vaksin TBC baru.

Rumah sakit harus punya ventilasi yang baik. Protokol masker, dan isolasi pasien menular.

Lalu edukasi dan Kampanye public. Ngabila menyebut gejala TBC harus dikenali. Stigma mesti dilawan. Bukan hanya lewat dokter dan tenaga Kesehatan. Tapi juga tokoh masyarakat, influencer, hingga kader di lapangan.

“Libatkan tokoh masyarakat, influencer dan kader kesehatan untuk menghilangkan stigma dan meningkatkan kesadaran. Ini sangat penting,” urainya.

Ngabila juga menyinggung hal mendasar tentang sistem kesehatan. Tenaga medis harus terlatih. Data TBC harus digital. Real-time. Dan lintas sektor. Karena TBC erat kaitannya dengan faktor sosial-ekonomi.

“Pendekatan sosial-ekonomi juga penting. Adanya dukungan program bantuan sosial atau jaminan kesehatan bagi pasien TBC, terutama yang kehilangan penghasilan,” imbuhnya.

“Peningkatan kualitas hunian dan gizi Masyarakat. Karena faktor lingkungan dan malnutrisi berkontribusi pada tingginya risiko TBC,” papar Ngabila.

Kepala Seksi Pelayanan Medik & Keperawatan RSUD Taman Sari itu juga menyoroti soal vaksinasi TBC.

Apakah dengan vaksin bisa menekan kasus tersebut?

“Vaksinasi memang berperan penting dalam pencegahan TBC. Tapi konteksnya harus dipahami lebih mendalam,” ungkapnya.

Sejatinya, vaksin TBC sendirian tidak cukup menekan kasus di Indonesia. Ia efektif melindungi bayi dan anak, tetapi belum menyelesaikan masalah utama penularan pada orang dewasa.

“Kombinasi program vaksin, deteksi dini, kepatuhan pengobatan, dan perbaikan sosial-ekonomi adalah kunci untuk menurunkan angka kasus signifikan,” jelasnya.

Share
Related Articles
Bisik Disway

Menuju Indonesia Satu Aplikasi

IKNPOS.ID – Menghilangkan redundansi dan Memangkas birokrasi berbelit. Juga diharap bisa menciptakan...

Bisik Disway

Progres IKN Dikebut! Masjid Rp940 Miliar dan Istana Wapres Rp1,4 Triliun Ditarget Rampung Desember 2025

IKNPOS.ID - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur terus berjalan...

Bisik Disway

Pembentukan Kementerian Haji, Upaya Memuliakan Tamu-tamu Allah

IKNPOS.ID - Pemerintah membentuk sebuah kementerian baru: Kementerian Haji. Kementerian ini punya...

Bisik Disway

GPM 2025: Harga Pangan Tetap Terjangkau, Inflasi Terkendali

IKNPOS.ID - PROGRAM ini bukan sekadar program biasa. Gerakan Pangan Murah (GPM)...