Home News Tarif 32 Persen dari AS Ancam Industri RI, Pemerintah Dinilai Gagal Negosiasi
News

Tarif 32 Persen dari AS Ancam Industri RI, Pemerintah Dinilai Gagal Negosiasi

Share
WASHINGTON, DC - APRIL 07: U.S. President Donald Trump answers a reporters question during a meeting with Israeli Prime Minister Benjamin in the Oval Office of the White House on April 7, 2025 in Washington, DC. President Trump is meeting with Netanyahu to discuss ongoing efforts to release Israeli hostages from Gaza and newly imposed U.S. tariffs. Kevin Dietsch/Getty Images/AFP (Photo by Kevin Dietsch / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Share

“Banyak buyer global akan pindah ke Vietnam atau Thailand karena beban tarif mereka jauh lebih rendah,” tambahnya.

Kondisi ini juga akan membuat target surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar USD 40 miliar di tahun 2025 sulit tercapai, serta meningkatkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah karena menurunnya penerimaan devisa.

“Investor asing pun akan berpikir ulang jika keuntungan ekspor mereka ditekan tarif tinggi,” imbuh Achmad.

Pemerintah Akan Ambil Langkah Koordinasi

Di sisi lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto untuk merespons kebijakan dagang AS ini.

“Nanti saya koordinasikan ya,” kata Sri Mulyani di Gedung DPR RI.

Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu juga menambahkan bahwa kebijakan tarif ini belum final dan masih dalam proses pembahasan lebih lanjut di tingkat internasional.

“Belum tentu efektif. Kita masih tunggu kejelasan implementasinya,” ucapnya. (Bianca Khairunnisa)

Share
Related Articles
News

Kemenko Polkam Percepat Penanganan Blank Spot di Kalsel, Masih Ada 201 Desa Tanpa Sinyal

IKNPOS.ID - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan mempercepat langkah penanganan wilayah...