Home News Satgas Pangan Polri Bongkar 212 Merek Beras Premium Palsu, Potensi Kerugian Capai Rp 99 Triliun per Tahun
News

Satgas Pangan Polri Bongkar 212 Merek Beras Premium Palsu, Potensi Kerugian Capai Rp 99 Triliun per Tahun

Share
beras premium palsu
Satgas Pangan Polri mengungkap 212 merek beras premium dan medium yang tak sesuai standar mutu. Potensi kerugian konsumen ditaksir mencapai Rp 99,35 triliun setiap tahun.Foto: Rafi Adhi
Share

IKNPOS.ID – Satgas Pangan Polri berhasil membongkar peredaran beras premium dan medium palsu yang tidak sesuai dengan standar mutu. Dari hasil penyelidikan, ditemukan sebanyak 212 merek beras yang diduga dipalsukan dan merugikan konsumen hingga Rp 99,35 triliun per tahun.

Kasus ini mencuat setelah Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, melakukan pengecekan langsung di lapangan dan menemukan beras dengan kualitas tak sesuai label.

“Potensi kerugian konsumen per tahun mencapai Rp 99,35 triliun. Terdiri dari Rp 34,21 triliun untuk beras premium dan Rp 65,14 triliun untuk beras medium,” ungkap Brigjen Pol Helfi Assegaf, Kasatgas Pangan Polri, Kamis 24 Juli 2025.

Satgas menduga ada 52 PT produsen beras premium dan 15 PT produsen beras medium yang terlibat. Petugas telah menyita barang bukti sebanyak 201 ton beras dari berbagai merk di sejumlah gudang, termasuk PT FS di Jakarta Timur dan PT PIM di Serang, Banten.

“Pelaku memproduksi beras premium dengan merek yang tidak sesuai standar mutu yang tertera di kemasan,” jelas Helfi.

Para pelaku dijerat pasal tindak pidana perlindungan konsumen dan pencucian uang, dengan ancaman pidana hingga 20 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

Menteri Pertanian mengonfirmasi bahwa 212 perusahaan telah dilaporkan ke Polri. Dari jumlah itu, 10 perusahaan terbesar yang produknya tersebar di seluruh Indonesia telah dipanggil Bareskrim untuk diperiksa. Di antaranya:

Wilmar Group (Sania, Sovia, Fortune, dll)

Food Station (Setra Pulen, Ramos, dsb)

PT Belitang Panen Raya

PT Unifood Candi Indonesia

PT Buyung Poetra Sembada Tbk

PT Bintang Terang Lestari Abadi

PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group)

PT Subur Jaya Indotama

CV Bumi Jaya Sejati

PT Jaya Utama Santikah

Keempat perusahaan di antaranya sudah dalam proses pemeriksaan resmi oleh penyidik.

Pakar Sebut Ada Distorsi Pasar, Pemerintah Diminta Bertindak Tegas
Pakar pertanian Suardi Bakri menyebut ada kejanggalan dalam harga beras yang terus melambung di tengah stok yang sebenarnya melimpah. Menurutnya, ini mengindikasikan adanya distorsi pasar atau praktik monopoli terselubung.

Share
Related Articles